Syarat Kambing untuk Aqiqah Anak Laki-laki dan Perempuan

Syarat kambing untuk Aqiqah ini cukup penting loh, kamu tidak boleh sembarangan dalam memilih. Pilihlah Kambing yang sudah memenuhi syarat untuk disembelih. Bagi kamu yang sedang mencari berbagai informasi mengenai aqiqah mari kita bahas secara lengkap pada pembahasan kali ini

Syarat Kambing untuk Aqiqah Anak Laki-laki dan Perempuan

Umumnya, pelaksanaan aqiqah ini digelar hari ketujuh setelah kelahiran seorang anak. Namun tidak sedikit juga yang melaksanakan ibadah ini setelah usia anak lebih dari 40 hari. Selain jadi tanda bahwa kita bersyukur atas kelahiran bayi, aqiqah ini juga merupakan bentuk penebusan supaya bayi bisa terlepas dari kekangan jin.

Baca juga: Hewan Aqiqah Sesuai Syariat Islam

Syarat Kambing Aqiqah

Terdapat beberapa syarat dan ketentuan supaya hewan tersebut layak digunakan untuk proses aqiqah. Berikut ini beberapa syaratnya:

  1. Berusia Minimal 1 Tahun
    Umur untuk hewan ternak termasuk ke salah satu kriteria yang harus diperhatikan dalam aqiqah. Kambing yang akan disembelih untuk acara syukuran harus cukup umur atau berusia minimal satu tahun.
  2. Bebas Cacat
    Pemilihan hewan ini tidak ada tuntutan soal jenis kelaminnya. Yang penting kambing aqiqah ini harus sehat dan tidak cacat. Terdapat empat cacat yang tidak diperbolehkan, yaitu: pincang, buta, terlalu kurus sampai tidak memiliki sumsum tulang, dan masih ada yang lainnya.
  3. Jumlah Kambing yang Disembelih
    Jumlah kambing yang akan disembelih dalam aqiqah ini tergantung dengan jenis kelamin dari bayi. Biasanya dua ekor kambing untuk seorang bayi laki-laki dan satu ekor kambing untuk seorang bayi perempuan. Hal ini juga didasari sebuah hadis yang berbunyi:
    “Barang siapa di antara kamu yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka lakukan untuk bayi laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat dari Abu Dawud Nasa’I, Ahmad).
  4. Diolah dan Dibagikan
    Setelah hewannya disembelih, kambing ini harus diolah terlebih dahulu menjadi sebuah hidangan yang siap untuk disantap. Jika sudah, maka hidangan tersebut bisa dibagikan kepada kerabat dan juga tetangga.

Baca juga: Belum Aqiqah Hukumnya Menurut Islam

Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Aqiqah

Kapan masa-masa yang tepat untuk aqiqah?

Apabila seorang bayi telah lahir maka aqiqah boleh dilaksanakan. Sedangkan Hanafiyah dan juga Malikiyah baru membolehkan aqiqah ini pada hari ke tujuh setelah kelahiran dari bayi. Aqiqah ini tidak sah bila dilakukan sebelum bayi lahir ke dunia.

Bolehkah aqiqah dengan kambing betina?

Pertanyaan yang satu ini cukup sering ditanyakan bagi yang belum begitu paham mengenai hadis dan beberapa aturan tentang aqiqah. Jawabnya dari pertanyaan ini ialah boleh. Sebab tidak ada lafal khusus di dalam hadits yang menyatakan mengenai aqiqah harus dengan jenis hewan jantan atau hewan betina. Di dalam hadits itu hanya dilafalkan dengan kambing kibas yang umum sehingga dengan kata lain boleh jantan ataupun betina. Akan tetapi jika dengan kambing atau domba jantan maka lebih bagus lagi, karena pada umumnya domba jantan ini lebih mahal dari pada kambing betina, jadi akan terlihat lebih bergengsi.

Bagaimana kriteria untuk hewan yang boleh disembelih?

Syarat binatang yang boleh disembelih untuk aqiqah sama dengan kriteria binatang untuk qurban, misal:
• Kambing harus yang sempurna dan tidak boleh cacat, memiliki usia satu tahun atau jalan masuk umur dua tahun.
• Domba harus sempurna tidak boleh cacat, berusia minimal 6 bulan atau masuk ke tujuh bulan.

Itu dia beberapa hal yang bisa dibahas mengenai aqiqah, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kamu ya!

Comments are closed.