Aqiqah Jogja – Memang semua hari dan bulan adalah waktu baik dan tidak ada yang namanya bulan yang buruk atau tidak baik. Jika sebagian orang meyakini adanya hari sial misalnya dengan mendatangi paranormal atau dukun untuk meminta bulan baik untuk menikah dalam Islam, maka itu termasuk syirik dalam Islam dan termasuk dosa besar dalam Islam. Sebagaimana firman Allah SWT di bawah ini:
“Tetapi jika mereka berusaha untuk membuat Anda bergaul dengan-Ku apa yang Anda tidak memiliki pengetahuan, jangan ikuti mereka tetapi temani mereka di dunia (ini) dengan kebaikan yang pantas dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku (dalam pertobatan). Kemudian kepada-Ku lah kembalimu, dan Aku akan memberitahukan kepadamu tentang apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 15)
Sebaiknya kita tidak melakukan dosa yang sulit untuk diampuni Allah SWT. Jika ingin mengadakan syukuran atau walimah maka yang benar adalah bisa dilakukan kapan saja, bahkan di bulan Ramadhan sekalipun. Bulan Ramadhan adalah sebuah bulan yang penuh berkah dimana didalamnya terdapat keutamaan malam Lailatul Qadar.
Bulan Ramadhan menandakan bahwa umat Islam akan menunaikan puasa wajib di bulan Ramadhan di siang hari yang merupakan rukun Islam. Sebagian orang mungkin enggan untuk mengadakan acara syukuran di bulan Ramadhan, namun sangat baik jika ritual ini diadakan di bulan Ramadhan. Misalnya, jika seseorang ingin melakukan aqiqah di bulan Ramadhan.
Pelaksanaan aqiqah di bulan Ramadhan sangat dianjurkan karena banyak keutamaan di dalamnya, meskipun hal ini tidak begitu umum dilakukan banyak orang. Jika pada umumnya aqiqah dilaksanakan dengan meriah, maka memang seharusnya dilaksanakan secara sederhana.
Melaksanakan aqiqah menurut ajaran Rasulullah hanya dengan memotong hewan aqiqah dan membagikannya kepada tetangga dan kerabat. Berbeda dengan kebanyakan masyarakat saat ini yang melakukan perayaan aqiqah dengan meriah. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW yang artinya, “Setiap anak digadaikan dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Baca Juga: Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Kambing Aqiqah yang Sesuai dengan Syarat Aqiqah
Penyembelihan hewan juga tidak harus dilakukan pada hari ketujuh, bisa saja pada hari lain dimana seseorang sudah memiliki rezeki untuk menyembelih hewan karena hukum aqiqah dalam Islam adalah sunnah. “Binatang aqiqah disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh.” (HR. Baihaqi dan Thabrani)
Dari Ummu Kurz al-Ka’biyah beliau pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ketentuan aqiqah. Dan beliau bersabda, “Ya, untuk anak laki-laki dari dua ekor kambing dan untuk anak perempuan dari seekor kambing. Itu tidak menyusahkan anda baik kambing jantan maupun betina.“ (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Rasulullah SAW bersabda:
“Sunnahnya adalah dua kambing untuk anak laki-laki dan satu kambing untuk anak perempuan. Itu dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Kemudian dimakan (oleh keluarganya), dan diberikan pada hari ketujuh.“ (HR. Baihaqi dari Aishah RA)
Dari dalil di atas, jelaslah bahwa aqiqah dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan dilakukan sebagai bentuk sedekah menurut Islam. Rasul juga telah menentukan jumlah hewan untuk anak laki-laki dan perempuan dalam Islam. Oleh karena itu, melakukan aqiqah di bulan Ramadhan dapat dilakukan sebagai sedekah bagi orang yang berbuka puasa.
Oleh sebab itu Balqis Aqiqah Jogja hadir untuk membantu Anda dalam melaksanakan ibadah yang satu ini. Ada banyak sekali alasan mengapa Anda harus menggunakan jasa aqiqah dari Karima Aqiqah selain memudahkan Anda dalam melaksanakan aqiqah.
Diantaranya adalah sistem pembayaran yang aman secara COD, cara pemesanan mudah karena secara online melalui WA saja, tata cara dan pelaksanaan sesuai dengan tuntunan syariat, dan masih banyak lagi keuntungan lainnya saat Anda menggunakan Balqis Aqiqah Jogja. Jadi hubungi kami sekarang juga atau langsung ke kantor kami yang informasinya ada di halaman ini.
