Anak Belum Aqiqah. Hukumnya Menurut Islam?

BALQIS AQIQAH. Aqiqah memiliki hukum sunnah muakkadah dan tidak wajib. Namun, aqiqah ini dianjurkan dalam hukum Islam dan harus dilakukan oleh kedua orang tuanya untuk menyembelih kambing pada tujuh hari kelahiran bayinya.

Meski sunnah, menurut para ulama, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui jika Anda atau buah hati Anda belum aqiqah. Jenis hewan untuk aqiqah bisa kambing atau domba.

Hukum Anak Belum Aqiqah Menurut Islam

Anjuran aqiqah ini merupakan kewajiban bapak (yang menyandang keluasan anak). Jika saat aqiqah dianjurkan (misalnya tujuh hari lahir, pena), orang tua dalam keadaan faqir (tidak mampu), maka dia tidak diperintahkan untuk aqiqah.

Dimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Takutlah kepada Allah sebanyak-banyaknya” (QS At Taghobun: 16). Namun jika aqiqah dianjurkan, orang tua berkecukupan, maka aqiqah tetap menjadi kewajiban ayah, bukan ibu atau anak.

Anak belum aqiqah?

Aqiqah untuk laki-laki adalah dengan menyembelih dua ekor, sedangkan perempuan hanya membutuhkan satu ekor.

Argumen berikut mendukung pernyataan di atas:

“Yang punya anak, dan dia ingin menyembelih untuknya, lalu menyembelih untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan yang sederajat dan untuk anak perempuan satu kambing.” (Hadits Hasan oleh Al-Albany di Sahih Abi Dawud).

Aqiqah pada dasarnya adalah menyerahkan status gadai seorang anak, sebagaimana dijelaskan dalam hadits

“Setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih pada hari ketujuh, dicukur gundul, dan diberi nama.” (HR. Ahmad 20722, At- Turmudzi 1605. Dan dinilai otentik oleh Al-Albani).

Dampak Buat Anak Jika Belum Melakukan Aqiqah

Apakah bahaya yang terdampak pada anak yang belum melasakan aqiqah, Berikut beberapa pendapat menurut ulama yang dijelaskan di bawah ini:

1. Jika seorang anak belum beraqiqah dan meninggal sebelum dewasa maka ia tidak dapat bersujud kepada orang tuanya, sampai ia beraqiqah. Salah satu syafa’at yang didapat orang tua adalah jika memiliki anak yang meninggal di usia balita, maka kedua orang tuanya bisa masuk surga.

Seperti dalam hadits dijelaskan:

“Anak-anak kecil (yang meninggal) menjadi anak-anak surga, mereka bertemu dengan ibu dan ayah mereka, kemudian mereka memegang pakaian ibu dan ayah mereka – karena saya memegang ujung-ujung pakaian ini dan tidak berhenti (memegang baju) sampai Allah meletakkannya. mereka dan kedua ibu dan ayah mereka ke surga. “(HR. Muslim no. 2635)

2. Bahaya berikutnya, menurut para ulama, anak-anak yang belum divonis masih terhalang untuk mendapatkan keselamatan dari bahaya kehidupan.

Mulanya Ali Al-Qari Rahimahullah menjelaskan;

“Terjebak dengan aqiqah, yaitu anak dihalangi dari bahaya sampai ia qiqah.” (Al-Mifshal fi Ahkam Al-Aqiqah, hal.30).

3. Selanjutnya, bayi yang lahir berada dalam keadaan terkekang oleh iblis. Tali kekang tidak bisa dilepaskan sampai bayi benar aqiqah.

Kemudian Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memberi makna, Allah menjadikan aqiqah sebagai wujud karena bayinya telah terlepas dari pengekangan setan. Dalam arti tertentu, aqiqah ini adalah bentuk tebusan untuk mengeluarkan bayi dari jerat setan.

Pendapat lain dari Syekh Ibn Uthaimin, Liqo-at Al Bab Al Maftuh, yang menyatakan; “Jika seorang anak tidak diaqiqahi, maka ia tidak akan menjadi perantara bagi orang tuanya pada hari kiamat” Namun pendapat tersubut dilemahkan oleh Ibnul Qayyim.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aqiqah bukanlah suatu hal yang dapat dianggap sepele dan harus dilakukan karena termasuk dalam syariat meskipun tidak wajib.

Dapatkan Layanan Aqiqah Profesional Amanah Sesuai Sunnah‎ dan Syariat Islam Bersama BALQIS AQIQAH : Telepon : 08180 273 1273 (bisa WA) atau 0851 034 55331

Comments are closed.