Syarat dan Ketentuan Aqiqah untuk Anak Perempuan Sesuai Syariat Islam

Posted by on May 22, 2018 | 0 comments

Syarat dan Ketentuan Aqiqah untuk Anak Perempuan Sesuai Syariat Islam

Bagi anda para calon orang tua yang tengah menanti kelahiran bayi anda entah itu anak atau bayi lelaki atau bayi perempuan sebaiknya anda mengetahui syarat dan ketentuan Aqiqah untuk bayi laki-laki ataupun perempuan yang sesuai dengan syariat islam.

Dengan berbekal pengetahuan mengenai syarat sah untuk melakukan aqiqah pada bayi perempuan dan bayi laki-laki misalnya seperti jenis hewan ataupun jumlah kambing yang akan digunakan untuk aqiqah, jumlah kambing yang dipotong serta tata cara pelaksanaan aqiqah maka insyaAllah aqiqah yang akan anda lakukan untuk anak anda akan menjadi berkah.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai syarat dan ketentuan aqiqah baik untuk seorang bayi laki-laki ataupun bayi perempuan secara lebih rinci sehingga andaakan mendapatkan informasi yang valid dan benar. Informasi ini nantinya dapat anda jadikan referensi untuk menjalankan aqiqah bayi atau anak anda.

Pengertian Aqiqah Menurut Syariat Islam

Aqiqah sendiri merupakan suatu tradisi yang dilakukan untuk merayakan kelahiran atas bayi baik bayi perempuan ataupun bayi laki-laki. Aqiqah merupakan ketetapan sunnah dari Nabi Muhammad SAW yang penting untuk dilakukan karena adanya manfaat bagi anak yang dilahirkan dan kedua orang tuanya.

Tujuan dilakukannya aqiqah adalah sebagai penebus hutang kepada Allah SWT atas seorang bayi/anak yang dilahirkan. Jadi, hukum aqiqah menurut beberapa ulama fikih ada yang menyebutkan wajib dan ada yang menyebutkan sunnah.

Perbedaan atas hukum aqiqah ini dilatar belakangi dengan adanya salah satu hadist nabi yang berbunyi:

“Setiap anak yang terlahir ke dunia itu murtahanun atau tergadai dengan aqiqahnya”

Hal inilah yang menjadi perdebatan mengenai hukum aqiqah antara wajib atay  sunnah. Sifat gadai disini berarti hutang yang mana pada saat berhutang kepada orang lain kita wajib untuk melunasinya bukan? begitu juga pada saat kita berhutang kepada Allah SWT atas seorang anak yang dititipkan kepada kita. Namun, di lain pihak ada yang mengatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah. Tidak berdosa orang yang tidak melakukannya namun mereka akan kehilangan manfaat dan hikmah yang besar dalam hal aqiqah.

Nah, dengan mempertimbangkan manfaat yang sangat besar dalam meng-aqiqahkan seorang anak ini maka sebenarnya sangat dianjurkan kedua orang tua untuk mengakikahkan anaknya. Keutamaan aqiqah juga tercermin dengan adanya ulama yang menganjurkan untuk berhutang untuk bisa mewujudkan rasa syukur dan melakukan syiar agama islam dengan melaksanakan aqiqah.

Sejarah Singkat Aqiqah dan Kedudukan Anak Laki-laki dan Perempuan

Syarat dan Ketentuan Aqiqah Anak Perempuan

Sebelum agama islam datang atau pada jaman  jahiliyah kedudukan perempuan sangat rendah dan tidak berharga jika dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki kedudukan yang tinggi pada masa itu di Jazirah Arab.

Dengan begitu, suatu keluarga yang salah satu anggotanya melahirkan anak perempuan maka keluarga tersebut akan mendapatkan aib (malu). Oleh karena itu, tidak jarang bayi perempuan tersebut akan dibunuh dengan tujuan untuk menghilangkan aib. Sejarah tersebut diabadikan di dalam kitab suci Al-Quran yang ada pada surat An-Nahl ayat 58 yang merupakan surat ke 16 dalam al-quran.

Dapat dilihat dari cerita ini, sungguh sangat amat burut akhlak dari umat manusia pada masa jahiliyah. Hal ini berbeda pada saat setelah Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin atau agama yang dirahmati Allah SWT dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.

Setelah agama islam datang, perempuan diberikan kedudukan yang mulia dan setara dengan kaum lelaki sesuai dengan kodratnya termasuk dalam pelaksanaan Aqiqah. Apabila pada masa pra islam, masyarakat merasa malu pada saat dilahirkannya anak perempuan, maka setelah agama islam menerangi dunia ini kelahiran dari anak bayi perempuan justru juga disyukuri dengan mengadakan aqiqah.

Barapa Kambing untuk Aqiqah Anak Perempuan? Kambing jantan atau Betina?

Pertanyaan tersebut sering ditanyakan oleh para masyrakat atau para orang tua yang akan mengaqiqahkan anak perempuan yang dilahirkannya. Jadi, dalam hadist Nabi yang diriwayatkan oleh An Nasai sudah jelas dikatakan bahwa anak perempuan harus diaqiqahi dengan seekor kambing dan tidak menjadi masalah apakah itu kambing jantan atau kambing betina. Berikut penggalan dari Hadist Nasai 4146

Hadist Tentang Aqiqah Anak Perempuan

Adanya perintah untuk melakukan aqiqah diberlakukan pada saat Nabi Muhammad SAW melakukan aqiqah untuk Hasan dan Husain dengan 4 ekor kambing.

Pelaksanaan Aqiqah untuk Anak Perempuan

­­­­Dalam hal pelaksanaannya, sebenarnya pelaksanaan aqiqah untuk anak perempuan sama dengan anak aki-laki yakni pada saat bayi anda berada pada usia 7, 14 atau 21 hari setelah bayi dilahirkan. Namun, para ulama lebih menyukai dan mengutamakan untuk melakukan aqiqah pada hari ke tujuh dengan menyembelih kambing sebanyak 1 ekor untuk anak perempuan dan 2 ekor untuk anak laki-laki.

Dengan hanya menyembelih seeokor kambing maka biaya aqiqah anak perempuan akan menjadi lebih sedikit jika dibandingkan dengan biaya aqiqah anak laki-laki.

Syarat dan Ketentuan Aqiqah Lainnya

Potong Rambut Bayi umur 7 Hari Syarat dan Ketentuan Aqiqah Lainnya

Setelah anda mengetahui beberapa syarat dan ketentuan aqiqah anak perempuan, berikut akan kami jelaskan mengenai syarat aqiqah anak perempuan yang sah selain yang sudah dijelaskan sebelumnya:

  • Memberi Nama dan Mencukur Rambut si Anak

Pada saat melakukan prosesi aqiqah anak perempuan, disunnahkan kepada orang tua untuk memberikan nama dan mencukur rambut si anak pada hari ke 7 setelah kelahirannya. Misalnya saja buah hati anda lahir pada hari minggu, maka pelaksanaan aqiqahnya akan jatuh pada hari sabtu.

  • Aqiqah di Bebankan Kepada Keluarga

Untuk melakukan aqiqah merupakan tugas yang dibebankan kepada kedua orang tua dari anak tersebut, namun boleh juga dilakukan oleh keluarga orang lain. Akan tetapi, lebih diutamakan dilakukan oleh orang tua si anak.

  • Aqiqah Sunnah

Hukum dari pelaksanaan dari aqiqah ini sunnah yang jika dilakukan akan mendapatkan pahala dan manfaat yang luar biasa, namun jika tidak dilakukan tidak berdosa.

Cara Pembagian Daging Aqiqah Mentah atau Matang

Setelah melakukan proses aqiqah, daging dari kambing yang disembelih tidak boleh di makan sendiri tetapi akan lebih baik jika dibagikan kepada orang lain. Anda bisa memberikannya kepada fakir miskin, tetangga ataupun kerabat karib anda. Daging aqiqah dapat dibagikan kepada kaum fakir miskin sebagai bentuk sedekah. Anda juga bisa memberikannya kepada kerabat dekat, para tetangga dan orang yang membantu persalinan sebagai hadiah.

Pada saat melakukan pembagian daging, para ulama lebih mengutamakan untuk membagikan daging yang sudah di masak atau matang karena lebih meringankan penerima dan tidak perlu memasaknya lagi.

Kita sebagai orang tua juga boleh memakan daging aqiqah sebagai shohibul hajat. Untuk ketentuan pembagian daging aqiqah yang di makan sendiri adaah 1/3 dari daging kambing yang disembelih sebagai aqiqah dan tidak boleh melebihi jumlah tersebut.

Nah, bagi anda yang membutuhkan jasa untuk menyelenggarakan aqiqah. Balqis aqiqah hadir sebagai solusi bagi anda dengan menyediakan paket aqiqah termurah, terpercaya serta amanah. Selengkapnya anda bisa mengubungi contact person yang tersedia di homepage balqisaqiqah.com.

Itulah informasi mengenai syarat dan ketentuan aqiqah anak perempuan yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat, terimakasih.