Qurban dan Aqiqah, Mana yang Harus Didahulukan?

Posted by on May 23, 2018 | 0 comments

Pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran umat muslim yang akan melakukan aqiqah atas kelahiran putra atau putriny adalah mengenai qurban dan aqiqah. Dari keduanya mana yang harus didahulukan? Banyak umat muslin yang mempertanyakan lebih penting mana aqiqah ataukah kurban.

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut pada artikel kali ini kami akan menjelaskan kepada anda semua mengenai pertanyaan tersebut. Kami akan mencoba mengulas secara lebih detail dan lengkap mengenai pengertian dari qurban dan aqiqah serta perbedaan dan persamaan antara keduanyam dan juga antara aqiqah dan juga nadzar yang harus dan wajib untuk dilakukan. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Penyembelihan Hewan Aqiqah dan Qurban

Qurban atau Aqiqah Dulu

Pengertian dari Qurban atau kurban sendiri berasal dari istilah bahasa Arab yang artinya dekat (Qarib atau karib). Pengertian qurban dalam islam juga berarti adh-dhaniyyah yang artinya binatang sembelihan atau ternak. Dalam ilmu fiqih qurban sendiri disebut dengan kata “udhiyya” yang artinya adalah hewan yang disembelih pada hari raya Idul Adha. Contoh hewan qurban yang bisa disembelih adalah unta, sapi atau kerbau, kambing, domba dan biri-biri.

Pengertian qurban menurut istilah juga dijelaskan dengan pemotongan hewan berkaki empat pada hari raya Idul Adha dan juga hari tasyrik yakni pada 11,12, 13 dzulhijjah. Tujuan dilakukannya qurban adalah dalam rangka taqarrub atau lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan dzulhijjah sendiri bertepatan pada pelaksaan ibadah haji oleh karena itu disebut juga dengan bulan haji.

Sedangkan untuk pengertian aqiqah sendiri berbeda dengna definisi dari qurban. Aqiqah artinya memotong. Memotong yang dimaksud dalam hal ini adalah memotong hewan sembelihan dan juga rambut bayi. Menurut hadist Rasullullah aqiqah lebih baik dilaksanakan pada waktu yang utama yakni pada hari ke-7 kelahiran bayi atau pada hari ke-14 atau ke-21. Tujuan dilakukannya aqiqah adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atau karunia atau titipan yang diberikannya yaitu seorang anak baik anak laki-laki ataupun anak perempuan.

Jadi, qurban dan aqiqah dalam hal ini merupakan suatu bentuk ibadah sunnah dalam islam yang memiliki perbedaan dan persamaan masing-masing. Walaupun tata cara pelaksanaannya hamper sama yakni menyembelih hewan ternak, namun tujuand pelaksanaan ibadah dari keduanya berbeda.

Beberapa ulama mengatakan bahwa hokum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkad yang artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan apabila tidak dilakukan tidak berdosa.

Dasar Hukum Islam Pelaksanaan Aqiqah dan Qurban

Nah, sebelum menjawab pertanyaan mengenai lebih penting mana melaksanakan aqiqah atau qurban akan lebih baik jika kita mempelajari terlebih dahulu dasar hukum islam atas pelaksanaan qurban dan aqiqah. Untuk mengetahui mengenai hukum pelaksanaan qurban dan aqiqah kita perlu merujuk pada al-quran dan hadist shahih dari Rasullah SAW yang dapat dijadikan panduan wajib bagi umat islam dalam menjalankan ibadah.

Allah SWT sudah mnegatur mengenai ketentuan dalam beribadah dalam firmannya yang ada di al-quran dan sunnah nabi Muhammad dalam hadist shahih.

Dasar Hukum Pelaksanaan Qurban berdasarkan Al-Quran dan Hadist

Terdapat banyak ayat di dalam kitab suci al-quran dan hadist mengenai ibadah qurban. Ada yang menjelaskan menganai sejarah, hikmah dan penjelasan mengenai larangan untuk berqurban. Berikut beberapad dalil naqli mengenai qurban.

Perintah untuk melaksanakan qurban dalam al-quran surah al-kautsar ayat 1 dan 2 yang artinya

“sesungguhnya kami sudah memberikan karunia yang sangat amat banyak kepadamu, maka laksanakanlah sholat dan sembelihlah kurban”.

Penyertaan takwa dalam berqurban dalam surat Al-Hajj ayat 31 yang artinya

“Daging-daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak akan dapat mencapai ridha Allah, namun ketakwaan dari dirimulah yang akan dapat mencapainya”.

Larangan untuk berkurban untuk berhala dalam surat Al-maidah ayat 90 yang artinya

“hai, orang-orang ayng beriman sesungguhnya meminum khamar, berjudi dan berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk ke dalam perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan”.

Selain, beberapa dalil naqli yang ada di Al-quran. Perintah untuk melaksankan qurban juga terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW antara lain  hadist dari Anas bin Malik, Aisyah, Jundub bin Sufyan, Baro’ bin Azib, Jabir, Ali bim Abu Thalib, Ummu Salamah, dan Nubaisyah.

Dasar Hukum Pelaksanaan Aqiqah

Mengenai dasar hukum pelaksanaan aqiqah kami hanya mendapatkannya dalam bentuk hadist saja dan tidak menjumpainya dalam ayat suci Al-Quran. Salah satu hadist yang menjadi dalil aqiqah adalah hadist dari Samurah Bin Jundab yang berbunyi:

“semua anak bayi terlahir tergadaikan dengan aqiqahnya yang ada pada hari ketujuhnya untuk disembelih hewan (kambing), diberi nama kemudian dicukur sedikit rambutnya”.

Aqiqah sendiri merupakan salah satu bentuk rasa syukur dari orang tua atas amanah yang diberikan oleh Allah SWA kepadanya dalam bentuk bayi atau anak baik putra ataupun putri. Dalam melaksanakan aqiqah orang tua akan menyembelih kambing aqiqah sebagai wujud dari rasa syukur atas kelahiran putra putrinya.

Nah, bagi anda yang ingin melaksanakan acara aqiqah dan tidak ingin repot, anda bisa memilih banyak sekali paket aqiqah dari balqis aqiqah yang bisa dipilih dengan budget yang pastinya dapat disesuaikan dengan kantong anda.

Sejarah Qurban dan Aqiqah

Berbicara mengenai sejarah dari ibadah qurban dan aqiqah ini memiliki sejarah yang berbeda. Sejarah qurban berawal dari peristiwa pada saat Nabi Ibrahim AS yang akan menyembelih putranya yaitu nabi Ismail AS. Pada akhirnya Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi terakhir melanjutkan syariat tersebut dna menganjurkan umat islam untuk menyembelih hewan qurban pada hari raya idul Adha atau hari raya Haji.

Perbedaan Waktu Pelaksanaan Qurban dan Aqiqah

Perbedaan Waktu Pelaksanaan Qurban dan Aqiqah

Apabila dilihat dari waktu pelaksanaan dari ibadah qurban dan aqiqah, keduanya memiliki perbedaan. Jika ibadah qurban dilaksanakan pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah, sedangkan Aqiqah anak dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21 setelah kelahiran bayi. Jadi, sudah jelas kan kapan waktu pelaksanaan qurban dan aqiqah?

Nah, berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh ustadz kholid Basalamah terkait pertanyaan mengenai lebih penting mana mendahulukan aqiqah atau qurban maka jawabannya adalah melaksanakan aqiqah terlebih dahulu.

Berdasarkan pada pendapat dari sebagian ulama, qurban dan aqiqah tidak boleh dilaksanakan secara bersamaan atau serentak. Jadi, tidak bileh menggabungkan niat untuk berqurban dan niat aqiqah. Kalangan dari Madzhab Hambali melarang keras untuk menggabungkan ibadah qurban dan aqiqah secara sekaligus.

Perbedaan Jenis dan Jumlah Hewan dalam Qurban dan Aqiqah

Jenis hewan yang boleh disembelih untuk qurban adalah semua jenis hewan berkaki empat yang dagingnya halal untuk dimakan misalnya sapi, kambing, unta dan lainnya. Sedangkan, jenis hewan yang disembelih untuk aqiqah adalah semua jenis kambing seperti biri-biri, domba dan jenis kambing yang lainnya.

Untuk perbedaan jumlah hewan yang harus disembelih pada saat aqiqah adalah untuk qurban disyariatkan untuk menyembelih 1 ekor kambing atau 1 bagian seekor unta, sapi, dan kerbau. Sedangkan jumlah hewan yang harus disembelih pada saat aqiqah bergantung pada jenis kelamin bayi atau anak. Jika bayi laki-laki maka diwajibkan menyembelih 2 ekor kambing dan untuk bayi perempuan 1 ekor kambing saja.

Itulah informasi untuk menjawab pertanyaan qurban dan aqiqah lebih penting didahulukan yang mana. Semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaan yang ada di benak anda. Semoga bermanfaat, terimakasih.