Hukum Aqiqah di Bulan Ramadhan Menurut Syariat Islam

Posted by on May 22, 2018 | 0 comments

Hukum Aqiqah di Bulan Ramadhan Menurut Syariat Islam

Pertanyaan yang sering kali muncul bagi orang tua yang baru saja melahirkan seorang putri atau putrinya di bulan yang suci ini adalah apakah boleh melakukan aqiqah di bulan ramadhan?  Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kami akan menjelaskan mengenai hukum dalam islam tentang beraqiqah di bulan ramdhan.

Seperti yang kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita sebagai orang tua untuk mengaqiqahkan putra atau putri kita pada hari ke-7 setelah bayi dilahirkan dengan menyembelih 2 ekor sapi bagi bayi laki-laki dan 1 ekor sapi untuk bayi perempuan.

Nah, bagi anda yang ingin tahu mengenai hukum islam dalam melakukan aqiqah di bulan ramadhan. Yuk, simak baik-baik artikel yang akan kami bahas berikut ini.

Apakah Boleh Melaksanakan Aqiqah di Bulan Ramadhan?

Pertanyaan mengenai hal tersebut merupakan pertanyaan yang sering kali muncul dalam pikiran kita pada saat akan melakukan prosesi Aqiqah bayi atau anak yang baru saja lahir di bulan ramadhan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama waktu untuk melaksanakan aqiqah yang sangat utama dan paling utama dapat dilakukan pada saat bayi berumur 7 hari, 14 hari dan 21 hari sesuai dengan salah satu hadist yang disampaikan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW.

Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah BOLEH. Tidak ada hukum dalam islam yang melarang untuk tidak melakukan aqiqah pada bulan suci ramadhan. Bahkan, menurut beberapa hadist Rasullullah SAW melarang kita untuk tidak mempercayai mengenai suatu hal buruk yang akan terjadi jika kita melaksanakan aqiqah di bulan Ramadhan.

Selain dapat dilakukan pada bulan suci ramadhan, aqiqah juga dapat dilakukan pada bulan hai, bulan suro, dan bulan-bulan lainnya tergantung pada kelahiran anak/bayi kita. Rasullullah SAW bersabda dalam suatu hadist Riwayar Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

“jauhilah tujuh dosa yang dapat membinasakan kita. Para sahabat bertanya, “wahai rasulullah, apa sajakah itu?” kemudian, beliau menjawab “ syirik kepada Allah; melakukan sihir; membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT kecuai Haq; memakan suatu hal yang riba; memakan harta dan hak anak yatim; Berpaling ketika ada perang yang berkecamuk; Menuduh wanita-wanita melakukan zina padahal mereka adalah wanita merdeka yang menjaga kehormatan, beriman, dan yang bersih dari zina”. (H.R Bukhari dan Muslim)

Dengan adanya hadist tersebut, marilah kita berdoa semoga Allah SWT menjauhkan kita dari dosa-dosa yang tak terampuni tersebut. Termasuk juga percaya kepada hari yang baik dan hari yang buruk untuk melakukan sesuatu.

Dengan begitu sudah dapat dipastikan kita boleh melakukan Aqiqah di bulan ramadhan dengan menggelar acara syukuran atau walimah dan acara apa saja di bulan yang suci ini. Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang pernuh berkah dan ampunan. Ditambah lagi dengan datangnya malam lailatul Qadar yang ada di bulan ramadhan menambah keutamaan dan keistimewaan bulan ramadahan.

Bulan ramadhan merupakan bulan yang identik dengan dilaksanakannya puasa ramadhan yang merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh umat yang beragama islam. Beberapa orang mungkin enggan untuk melaksanakan acara tasyakuran di bulan ramadhan karna banyaknya orang yang berpuasa. Padahal bulan ramadhan dapat kita manfaatkan sebagai bulan yang baik untuk mengadakan acara aqiqah di bulan ramadhan.

Jangan Percaya kepada Hari Baik dan Hari Buruk dalam Melaksanakan Aqiqah

Jangan Percaya kepada Hari Baik dan Hari Buruk dalam Melaksanakan Aqiqah

Informasi ini sangat penting sekali bagi anda yang akan melaksanakan acara aqiqah di bulan ramadhan atau bulan yang lainnya. jangan pernah percaya terhadap ramalan mengenai hari baik dan hari buruk untuk melaksanakan suatu acara. Hal ini sangat penting bagi setiap muslim untuk mendapatkan pemahaman tentang aqidah tersebut.

Hingga saat ini masih banyak dari kalangan umat islam yang tanpa disadari melakukan hal yang syirik. Salah satunya dengan mempercayai adanya hari yang baik dan hari yang buruk. Dengan kata lain, hari dan waktu dapat menentukan baik dan buruknya atas suatu hal yang akan kita lakukan. Padahal waktu sendiri merupakan salah satu ciptaan Allah SWT.

Agama islam sendiri merupakan suatu agama tauhid yang meletakkan segala sesuatunya atas ijin Allah SWT sebagai penguasa dari segala sesuatu. Tidak ada yang serupa dengannya, dan amal serta ibadah yang kita laksanakan akan diterima jika berlandaskan pada iman yang shahih kepada Allah SWT.

Hal ini juga terkadang terjadi pada kehidupan kita pada saat akan menggelar acara aqiqah misalnya. Banyak orang yang masih percaya dengan apa kata nenek moyang kita. Padahal Rasulullah SAW sendiri yang melarang kira untuk mempercayai suatu hal menurut apa yang orang lain katakana. Termasuk di dalamnya waktu yang baik dan waktu yang buruk untuk melaksanakan suatu hajat. Jik hal tersebut dilakukan, maka hal tersebut sudah termasuk  perbuatan syirik dan amal ibadahnya tidak akan diterima.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“ Barang siapa yang mendatangi seorang dukun atau paranormal, maka tidak akan diterima ibadah sholatnya selama 40 hari” (HR. Muslim)

Hakikat Aqiqah di Bulan Ramadhan

Hakikat dari diselenggarakannya aqiqah adalah merupakan suatu acara penyembelihan kambing sebagai syarat aqiqah , bukan pada acara makan-makan olahan daging kambing aqiqah. Jadi, pada saat melaksanakan aqiqah di bulan ramadhan, anda dapat membagikan daging aqiqah dalam kondisi matang ataupun dalam kondisi yang masih mentah sesuai dengan keinginan dari anda sendiri sebgai shohibul hajat atau pemilik hajat.

Anda bisa menggelar acara ini dengan menggelar acara buka bersama dengan kerabat dekat, tetangga, ataupun fakir miskin yang berhak memperoleh bagian daging aqiqah. Dan ingat, anda sebagai shohibul hajat hanya dapat menikmati 1/3 dari daging kambing yang disembelih untuk aqiqah.

Cara Melaksanakan Aqiqah di Bulan Ramadhan

Cara Melaksanakan Aqiqah di Bulan Ramadhan

Tata cara pelaksanaan aqiqah di bulan ramadhan secara umum sama dengan pelaksaan Aqiqah di bulan yang lainnya. Bahkan pelaksanaan aqiqah di bulan ramadhan sangat dianjurkan karena banyaknya keutamaan dalam melaksanakan aqiqah di dalamnya. Yang membedakan dengan pelaksanaan aqiqah pada umumnya adalah jika aqiqah yang dilaksanakan di bulan biasa biasanya diselenggarakan dengan meriah, maka akan lebih baik jika pada bulan ramadhan aqiqah dilaksanakan dengan lebih sederhana saja.

Ketentuan dalam melaksanakan aqiqah yang sesuai dengan ajaran rasulullah SAW adalah dengan memotong hewan aqiqah dan membagikannya kepada sanak saudara, kerabat dekat, fakir miskin dan juga tetangga. Hal ini tentunya berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan orang pada saat ini yang menyelenggarakan acara aqiqah dengan sangat meriah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Setiap anak yang telahir didunia ini berada dalam keadaan tergadaikan dengan hewan aqiqahnya yang disembelih darinya pada hari ke-7 dan dia dicukur dan diberi nama” (H.R Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan dan disahihkan oleh Tirmidzi)

Nah, bagi anda yang ingin menggelar acara aqiqah dan tidak ingin repot untuk menyiapkan segala sesuatunya, anda bisa menggunakan jasa aqiqah dari kami balqis aqiqah. Kami rekomendasikan anda memilih paket aqiqah dari balqis aqiqah karena harganya yang murah dan terjangkau serta dapat disesuaikan dengan budget  anda.

Semoga informasi mengenai hukum melaksanakan aqiqah di bulan ramadhan ini bermanfaat bagi anda dan semuanya. Terimakasih.