Begini Cara Memotong Kambing Aqiqah Sesuai Sunnah

Posted by on August 15, 2019 | 0 comments

Jika Anda belum tahu tentang aqiqah, Beginilah Cara Memotong Kambing Aqiqah Sesuai Sunnah Nabi.

Cara Memotong Kambing Aqiqah Sesuai Sunnah

Cara Memotong Kambing Aqiqah Sesuai Sunnah

Aqiqah Jogja – Aqiqah dianggap sebagai hajatan umat muslim yakni sebagai rasa syukur ke atas lahirnya buah hati di dalam keluarga. Hakikatnya hukum aqiqah merupakan Sunnah Muakkad atas dalil Jumhur Ulama. Memotong kambing adalah puncak dari aqiqah, tetapi harus dilakukan dengan cara memotong kambing aqiqah sesuai adabnya. Simak info seputar aqiqah berikut ini.

Cara Menyembelih Kambing Untuk Aqiqah

  1. Pengertian aqiqah

Aqiqah dapat diartikan sebagai tergadainya bayi melalui aqiqah, berdasarkan hadist Samurah bin Jundub.  Diriwayatkan setiap anak tergadai dengan aqiqah, dimana kambing. disebembelih saat hari ketujuh, lalu dicukur sampai gundul rambutnya, serta diberi nama.

Maksud dari tergadai adalah tertahan dan Rasulullah mengajarkan agar umatnya melepaskan gadai itu. Adapula penjelasan lain menyebutkan aqiqah menebuus agar bayi terlepas dari belenggu syaiton yang akan selalu menghalangi agar melakukan kebaikan.

Kunjungi juga artikel : Paket Aqiqah Bogor

2. Tata cara memotong kambing aqiqah

Tata cara menyembelih kambing ada dua yakni Nahr dan Dzabh. Pertama dengan Nahr yakni menyembelih kambing dengan melukai pangkal kalung atau bagian leher. Cara menyembelih ini biasanya dipakai untuk menyembelih hewan unta.

Ketika menyembelih unta Rasulullah dan para sahabat membuat posisi kaki kiri ke depan dan diikat. Sehingga unta berdiri hanya menggunakan tiga kaki sisanya.

Kedua adalah cara Dzabh yakni menyembelih hewan dengan melukai leher pada bagian paling atas atau ujung leher. Cara tersebut sama dengan menyembelih binatang pada umumnya, misalnya kambing ataupun ayam.

3. Adab menyembelih kambing aqiqah

Adab menyembelih hewan aqiqah ssebaiknya dilakukan shohibul kurban apabila mampu. Tetapi apabbila tidak dapat diwakilkan dengan orang. Tetapi shohibul kurban disyariatkan agar turut menyaksikannya.

Pisau yang digunakan baiknya diasah sampai tajam berdasarkan hadis Syaddad bin Aus radhiallahu ‘anhu. Tetapi tidak diperbolehkan mengasahkan pisau dihadapan hewan yang disembelih, agar hewan tidak ketakutan.

Cara memotong kambing aqiqah dengan menghadapkan ke arah kiblat. Arahan ini disebutkan oleh Mausu’ah Fiqhiyah bahwa  saat hendak disembelih harus menunjuk arah kiblat. Yang mana posisi tempat organ akan disembelih bagian leher bukan wajah.

Arah kiblatlah yang dianggap mendekatkan diri dengan Allah. Posisikan ke arah kiblat saat menyembelih dengan posisi kepala ke arah selatan, leher dan kaki ke arah barat.

Jangan lupa untuk membaringkan kambing dengan letak lambung sebelah kiri. Berdasarkan hadist
Imam An-Nawawi dan kesepakatan para ulama yang benar dengan membaringkan ke arah kiri. Arah tersebut lebih mempermudah penyembelih, sehingga memotong menggunakan tangan kanan. Serta  memegangi leher kambing menggunakan tangan kiri.

Baca juga : Layanan aqiqah Bekasi terbaik.

Selain daripada itu, Syekh Ibnu Utsaimin juga menyampaikan bahwa hewan atau kambing yang akan disembelih baiknya dibaringkan bagian sebelah kiri. Cara ini memudahkanrang yang menyembelihnya. Perhatikan hendaknya penyembelih memotong hewan menggunakan tangan kanan. Sementara itu, hewan dibaringkan pada bagian lambung sebelah kiri.

Selanjutnya injakkanlah kaki penyembelih pada bagian leher hewan. Seperti yang telah disebutkan melalui hadis Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Beliau menegaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat berkurban dua ekor domba. Ia melihat Rasulullah meletakkan kaki-Nya diatas leher domba tersebut, diikuti dengan pembacaan Basmalah.

4. Ayat yang dibacakan saat akan menyembelih

Sebelum menyembelih kambing hendaknya membaca membaca Basmalah terlebih dahulu. Hukum membaca Basmallah ini adalah wajib dan berasal dari firman Allah SWT. Janganl kamu makan dari daging binatang yang tidak disebutkan nama Allah SWT sebelum menyembelihnya. Perbuatan menyembelih tanpa menyebut nama Allah tergolong sebuah kefasikan.

Selanjutnya dibacakan atau dapat dikumandangkan seruan takbir ‘Allahu akbar’, tepat setelah melafaskan bacaan basmalah. Anas bin Malik radhiallahu‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah semasa hidup pernah menyembelih domba bertanduk sebanyak dua ekor. Ketika beliau menyembelih menggunakan tangan kanannya diikuti dengan baca basmalah dan bertakbir.

5. Dapat menyebut nama orang yang tujuan dikurbankan hewan

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiallahu‘anhuma pada suatu ketika datanglah seekor domba. Selanjutnya Rasulullah  menyembelih menggunakan tangan kanan beliau. Saat menyembelih hewan atau kambing berucap ‘Bismillah wallaahu akbar, hewan kurban atas namaku serta dengan nama orang yang tidak berkurban atas umatku’.

Berdasarkan hadist riwayat Abu Dawud, Rasulullah setelah berlafaskan Bismillah Allahuakbar serta disertai bacaan ‘hadza minka wa laka’. Atau dapat dibacakan pula
‘hadza minka wa laka’anni ’an fulan’. Selanjutnya menyebutkan nama yang dijadikan kurban atau shohibul kurban.

Apabila yang melakukan sembelih bukan dari shohibul kurban. Dilafaskanlah doa ‘Allahumma taqabbal minni, min fulan  shohibul kurban (sebutkan namanya). Tujuannya agar Allah SWT menerima korban dengan berdoa.

Catatan penting yang perlu diperhatikan adalah bacaan takbir dengan dilanjutkan penyebutan nama sohibul kurban. Sesungguhnya langkah ini hukumnya sunnah, artinya tidak wajibkan. Meskipun tidak membaca takbir dan menyebutkan nama shohibul kurban maka kurban tetap sah.

6.  Menyembelih hewan kurban dengan cepat

Sangat disarankan untuk menyembelih hewan dengan cepat agar meringankan proses penyembelihan yang dirasakan oleh hewan kurban. Hal demikian diriwayatkan dari hadist Syaddad bin Aus di atas.

Pastikan pula pada bagian kerongkongan, tenggorokan, dan dua urat leher kanan serta kiri benar-benar sudah terpotong. Penyembelihan yang benar dan sesuai syariat islam terbagi dalam tiga keadaan.

Pertama, terputusnya kerongkongan, tenggorokan, serta kedua urat leher. Keadaan  demikian merupakan posisi terbaik. Putusnya empat bagian ini membuat hewan halal dikonsumsi berdasarkan dalil dan pemikiran para ulama.

Kedua, dari terputusnya bagian kerongkongan, tenggorokan, serta salah satu dari urat leher (kiri dan kanan). Penyembelihan ini sudah benar dan tergolong halal. Daging hewan kurban dapat dimakan, walaupun kondisi hewan ini derajatnya dibawah dari kondisi pertama.

Ketiga, dari terputusnya bagian kerongkongan dan tenggorokan saja. Kedua urat kanan dan kiri pada leher tidak terputus. Kondisi demikian tetap halal dan sah untuk dikonsumsi, tetapi menurut pendapat sebagian ulama.

7. Dianjurkan untuk membiarkan kaki kanan bergerak

Anjuran ini disebutkan oleh sebagian ulama agar kaki hewan yang diposisikan tersebut akan lebih cepat meregang nyawa. Disamping itu Imam An Nawawi menyebutkan agar penyembelih  membaringkan kambing dan sapi ke arah kiri.

Sementara itu, keterangan dari Ulama Madzhab Syafi’i yakni Al-Baghawi berbeda. Ia menyebutkan bahwa kaki kanan dapat dibiarkan begitu saja tanpa diikat.

8. Jangan mematahkan bagian leher

Setelah proses penyembelihan benar-benar selesai, penyembelih tidak boleh mematahkan bagian leher kambing dan sapi. Dalam hal ini ulama-ulama menegaskan, perilaku seperti ini dibenci Allah SWT. Sebab hewan kurban akan merasakan sakit yang berlebihan saat lehernya dipatahkan.

Sama halnya dengan proses pengulitan pada hewan kurban. Sebelum hewan benar-benar mati tidak diperkenankan untuk memasukkan dalam aiir mendidih maupun air panas. Setelah hewan diperiksa benar-benar mati maka sah-sah saja untuk menguliti dan memasukkan dalam air mendidih.

Dinyatakan pula melalui Fatawa Sya’bakah Islamiyah bahwa para ulama menegaskan makhruh hukumnya apabil penyembelih memutuskan kepala hewan kurban dengan sengaja. Pendapat ulama besar lain mengatakan hewan kurban yang sengaja diputus kepala sebelum nyawanya berakhir adalah tidak halal.

Baca Artikel Terkait

Cara Membuat Proposal Usaha Aqiqah Anti Gagal