Dalil dan Penjelasaan: Hukum Makan Daging Aqiqah Bagi yang Beraqiqah untuk Diri Sendiri

Salah satu pertanyaan yang sering muncul di masyrakat yang hendak atau sedang melakukan aqiqah adalah bolehkah memakan daging aqiqah bagi yang beraqiqah untuk diri sendiri? Nah, untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, kita memerlukan dasar atau landasan yang kuat mengenai hal tersebut yakni berdasarkan pada dalil hukum islam yang ada di dalam al-qur’an dan hadist. Dalam memilih hadist pun tidak boleh sembarangan, hadist yang dipilih haruslah suatu hadist yang shahih berdasarkan pada sanad dan matannya. Dengan berdasarkan kepada suatu dalil yang shahih, maka amalan yang akan dilakukan InsyaAllah tidak akan sia-sia dan akan diterima oleh Allah SWT. Berikut akan kami jelaskan secara lebih lengkap mengenai hukum makan daging aqiqah bagi diri sendiri. Riwayat tentang Hukum Makan Daging Aqiqah Pelaksanaan aqiqah memang sudah ada sejak zaman nabi Muhammad SAW. Untuk itu, mengenai hukum makan daging aqiqah, ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa orang tua diperbolehkan untuk memakan sebagian dari daging aqiqah dari anaknya sendiri dengan tidak berlebihan. Jadi, intinya daging aqiqah boleh untuk dimakan. Riwayat yang disampaikan tersebut berdasarkan pada 2 alasan atau dalil berikut ini. 1. Secara prinsip dapat dikatakan bahwa aturan dari pelaksanaan aqiqqah sama halnya dengan aturan dari pelaksanan ibadah qurban pada bulan haji atau dzulhijjah yang dikenal dengan perayaan hari raya Idul Adha. 2. Adanya penjelasan yang disampaikan oleh ummul mu’minin ‘Aisyah RA mengenai pelaksanaan aqiqah untuk seorang anak. Alasan Dibolehkannya Makan Daging Aqiqah Setelah anda mengetahui 2 alasan atau dalil tentang hukum makan daging aqiqah berikut penjelasan lebih lengkapnya. Penjelasan Alasan Pertama Pendapat yang disampaikan oleh Ibnu Qadamah menjelaskan bahwa aturan mengenai diperbolehkannya memakan, menghadiahkan dan menyedekahkan daging aqiqah sama halnya dengan aturan yang ada dalam ibadah qurban. Lebih jauh, penjelasan tersebut juga disampaikan oleh Imam Syafi’I yang menjelaskan dan menyimpulkan bahwa yang lebih mendekati mengenai hal tersebut adalah aqiqah yang diqiyaskan dengan ibadah qurban yang dilaksanakan pada bulan haji atau dzulhijjah. Jadi, dari penjelasan yang disampaikan tersebut daging aqiqah boleh dimakan sendiri asalkan tidak berlebihan dan sebaiknya juga dibagikan kepada orang lain terutama golongan fakir miskin, kerabat dekat dan tetangga. Aqiqah dan Qurban merupakan suatu Ibadah yang disyariatkan dengan hukum tidak fardhu ‘ain atau tidak wajib untuk dilaksanakan. Kesamaan aqiqah dan qurban dapat dilihat dari sifat-sifatnya, sunnah pelaksanaannya, ukurannya yang meliputi jenis dan jumlah hewan aqiqah, serta syarat dari keduanya. Oleh karena itu, hukum makan daging aqiqah dan penyaluran daging aqiqah juga disamakan. Penjelasan Alasan Kedua Selanjutnya mengenai alasan kedua dapat dilihat secara langsung dari keterangan yang disampaikan oleh umul mukminin Aisyah RA yang artinya: “aqiqah yang sesuai sunah adalah untuk anak lelaki 2 kambing, anak perempuan seekor kambing yang dimasak utuh tulangnya dan tidak dipecah tulangnya. Daging Aqiqah tersebut boleh dimakan sendiri, diberikan ke orang lain dan disedekahkan” ( Musnad Ishaq bin Rahuyah, Nomer...

Read More

Menghitung Perkiraan Biaya Aqiqah yang Efektif

Bagi calon orang tua atau bahkan yang baru saja menjadi orang tua pasti akan mempersiapkan aqiqah bagi buah hatinya jika mengikuti syariat islam yang mengharuskan untuk segera melakukan aqiqah jika mampu. Salah satu yang menjadi masalah dalam menggelar suatu acara adalah mengenai berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan aqiqah. Seperti yang kita tahu jumlah ekor kambing untuk aqiqah anak laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan aqiqah anak perempuan. Oleh karena itu, biaya untuk melaksanakan aqiqahpun juga berbeda antara anak laki-laki dan anak perempuan. Penting bagi para orang uta utnuk menghitung rincian dari perkiraan biaya aqiqah bahkan ketika bayi anda masih berada dalam kandungan. Pada saat anda mengetahui jenis kelamin dari anak anda dengan cara USG maka pada saat itu pula anda bisa memulai untuk mengestimasi biaya aqiqah untuk anak anda.   Bagi anda yang mencari informasi mengenai biaya aqiqah anak laki-laki atau anak perempuan tidak perlu khawatir karena pada artikel kali ini kami akan menjelaskan kepada anda mengenai perkiraan biaya aqiqah yang harus anda pertimbangkan dan tips menghemat biaya aqiqah. Dengan membaca artikel ini maka biaya aqiqah dapat ditekan seminimal mungkin, namun memberikan kepuasan yang maksimal. Yuk, simak ulasannya berikut ini. Batasan Dikatakan Mampu Melaksanakan Aqiqah Hadirnya buah hati dalam suatu keluarga merupakan suatu hal yang membahagiakan dan perlu disyukuri. Dalam islam sendiri, kebahagian yang kita miliki dianjurkan untuk dibagikan kepada orang lain. Bentuk rasa syukur tersebut menurut syariat islam bisa dilaksanakan dengan melaksanakan ibadah aqiqah. Menurut firman Allah SWT dalam melaksanakan aqiqahtidak perlu dilakukan dengan berlebih-lebihan sekalipun anda berkecukupan dan mampu untuk melaksankannya karena Allah SWT tidak menyukai suatu hal yang berlebihan dan bermewah-mewahan.  Seperti firman Allah SWT yang ada di surah Al A’raf ayat 31: Pertanyaan yang sering muncul dipikiran orang-orang yang akan melaksanakan aqiqah adalah bagaimana batasan dikatakan mampu melaksanakan aqiqah? Jika kita berbicara mengenai mampu dan tidak mampu untuk melaksanakan aqiqah. Sebenarnya, sebagian dari mereka akan merasa berat. Namun, melaksanakan aqiqah merupakan sunnah muakad dan merupakan tuntutan agama. Jadi, definisi mampu dalam hal ini adalah mampu atau tidak mampunya seseorang bergantung pada imannya kepada Allah SWT. Ada orang yang serba berkecukupan dalam membeli barang yang mewah dan mahal namun ia merasa tidak mampu untuk melaksanakan aqiqah. Selain itu, untuk melaksanakan aqiqah semuanya bergantung pada niat. Jika kita sudah membulatkan tekad dan niat untuk melaksanakan aqiqah, namun ketika kita mempersiapkan di jauh-jauh hari maka semua itu akan terasa lebih ringan. Yang paling penting adalah melaksanakan aqiqah untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT. Tips Menghemat Biaya Aqiqah Memang untuk melaksanakan aqiqah dibutuhkan biaya yang mahal dan tidak sedfikit namun bukan berarti hal tersebut tidak mampu untuk disediakan. Kebanyakan kasus yang terjadi di masyarakat adalah  kurangnya persiapan pada saat akan melaksanakan aqiqah sehingga akan terjadi suatu kebingungan yang untuk...

Read More

Qurban dan Aqiqah, Mana yang Harus Didahulukan?

Pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran umat muslim yang akan melakukan aqiqah atas kelahiran putra atau putriny adalah mengenai qurban dan aqiqah. Dari keduanya mana yang harus didahulukan? Banyak umat muslin yang mempertanyakan lebih penting mana aqiqah ataukah kurban. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut pada artikel kali ini kami akan menjelaskan kepada anda semua mengenai pertanyaan tersebut. Kami akan mencoba mengulas secara lebih detail dan lengkap mengenai pengertian dari qurban dan aqiqah serta perbedaan dan persamaan antara keduanyam dan juga antara aqiqah dan juga nadzar yang harus dan wajib untuk dilakukan. Yuk simak ulasannya berikut ini. Pengertian Penyembelihan Hewan Aqiqah dan Qurban Pengertian dari Qurban atau kurban sendiri berasal dari istilah bahasa Arab yang artinya dekat (Qarib atau karib). Pengertian qurban dalam islam juga berarti adh-dhaniyyah yang artinya binatang sembelihan atau ternak. Dalam ilmu fiqih qurban sendiri disebut dengan kata “udhiyya” yang artinya adalah hewan yang disembelih pada hari raya Idul Adha. Contoh hewan qurban yang bisa disembelih adalah unta, sapi atau kerbau, kambing, domba dan biri-biri. Pengertian qurban menurut istilah juga dijelaskan dengan pemotongan hewan berkaki empat pada hari raya Idul Adha dan juga hari tasyrik yakni pada 11,12, 13 dzulhijjah. Tujuan dilakukannya qurban adalah dalam rangka taqarrub atau lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan dzulhijjah sendiri bertepatan pada pelaksaan ibadah haji oleh karena itu disebut juga dengan bulan haji. Sedangkan untuk pengertian aqiqah sendiri berbeda dengna definisi dari qurban. Aqiqah artinya memotong. Memotong yang dimaksud dalam hal ini adalah memotong hewan sembelihan dan juga rambut bayi. Menurut hadist Rasullullah aqiqah lebih baik dilaksanakan pada waktu yang utama yakni pada hari ke-7 kelahiran bayi atau pada hari ke-14 atau ke-21. Tujuan dilakukannya aqiqah adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atau karunia atau titipan yang diberikannya yaitu seorang anak baik anak laki-laki ataupun anak perempuan. Jadi, qurban dan aqiqah dalam hal ini merupakan suatu bentuk ibadah sunnah dalam islam yang memiliki perbedaan dan persamaan masing-masing. Walaupun tata cara pelaksanaannya hamper sama yakni menyembelih hewan ternak, namun tujuand pelaksanaan ibadah dari keduanya berbeda. Beberapa ulama mengatakan bahwa hokum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkad yang artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan apabila tidak dilakukan tidak berdosa. Dasar Hukum Islam Pelaksanaan Aqiqah dan Qurban Nah, sebelum menjawab pertanyaan mengenai lebih penting mana melaksanakan aqiqah atau qurban akan lebih baik jika kita mempelajari terlebih dahulu dasar hukum islam atas pelaksanaan qurban dan aqiqah. Untuk mengetahui mengenai hukum pelaksanaan qurban dan aqiqah kita perlu merujuk pada al-quran dan hadist shahih dari Rasullah SAW yang dapat dijadikan panduan wajib bagi umat islam dalam menjalankan ibadah. Allah SWT sudah mnegatur mengenai ketentuan dalam beribadah dalam firmannya yang ada di al-quran dan sunnah nabi Muhammad dalam hadist shahih. Dasar Hukum Pelaksanaan Qurban berdasarkan Al-Quran...

Read More

Aneka Menu Resep Masakan Daging Kambing Aqiqah

Aqiqah merupakan suatu kegiatan menyembelih kambing yang dilakukan oleh para orang tua atau bisa juga oleh keluarga untuk rasa syukur kelahiran si buah hati. Aqiqah sendiri menurut islam lebih baik dan lebih utama dilaksanakan pada saat buah hati berusia 7 hari, 14 hari atau 21 hari. Nah, pada saat menggelar acara aqiqah sebagai ungkapan rasa syukur pastinya kita akan mengundang kerabat dekat, saudara, tetangga, ataupun fakir miskin untuk merayakannya bersama dan juga untuk menyumbangkan doa. Setelah acara potong kambing, dalam hadist Nabi Muhammad SAW kita diwajibkan membagikan daging kambing tersebut kepada sanak saudara, tetangga, kerabat ataupun fakir miskin yang hadir dalam suatu acara dan juga orang membantu melahirkan anak kita juga dianjurkan untuk diundang dalam acara tersebut. Namun, menurut hadist Rasulullah akan lebih baik jika kita membagikan daging kambing tersebut dalam keadaan matang. Matang dalam hal ini maksudnya adalah dalam bentuk oahan masakan sehingga tidak memberatkan orang yang diberi daging tersebut. Nah, untuk mengolah masakan kambing aqiqah yang baik dan benar serta lezat kita memerlukan keahlian yang khusus dalam. Hal ini bertujuan agar citaras masakan daging kambing itu bisa empuk, enak dan tidak bau prengus atau bau khas kambing. Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan mengenai aneka masakan daging kambing aqiqah serta cara memasak kambing aqiqah yang baik, benar, lezat dan juga halal tentunya. Selain itu, kami juga akan memberikan anda beberapa tips memasak daging kambing aqiqah agar memiliki citarasa yang empuk dan tidak bau. Jadi, walaupun menu makanan acara aqiqah itu sederhana namun jika disajikan dengan rasa yang enak dan lezat pasti tidak akan mengecewakan para tamu undangan yang datang dan akan membuat acara aqiqah anda berkesan. Selengkapnya, yuk simak ulasannya berikut ini. Tips dan Cara Memasak Kambing Aqiqah Tips Memilih Kambing Aqiqah yang Baik dan Tepat Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya untuk bisa mendapatkan daging kambing aqiqah yang enak dan lezat, sebagai shohibul hajat anda harus bisa memilih kambing aqiqah yang memenuhi syarat dan sesuai dengan syariat islam. Hal yang paling penting dalam memilih kambing aqiqah yang baik adalah dengan memperhatikan fisik kambing yang sehat dan bebas dari penyakit serta tidak cacat. Jadi tidak hanya sekedar membeli kambing aqiqah dengan harga yang murah saja. Tips Mengatasi Daging Kambing Aqiqah Agar Empuk Daging kambing pada umumnya akan terasa keras pada saat dimasak atau direbus begitu juga daging kambing aqiqah. Nah, tips atau cara memasak kambing aqiqah yang tepat untuk mengatasi daging yang keras tersebut bisa anda siasati dengan merendam daging kambing terlebih dahulu dengan menggunakan buah nanas sekitar 10 hingga 15 menit. Pada saat merendamnya, anda tidak perlu mencucinya terlebih dahulu.Perendaman dengan menggunakan buah nanas selain akan dapat membuat daging kambing empuk juga dapat membuat menghilangkan bau pada daging kambing. Tips Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing Aqiqah...

Read More

Ini Dia Syarat Kambing Aqiqah Sesuai Syariat Islam

Beberapa orang tua yang akan melakukan aqiqah untuk anaknya yang baru lahir pasti akan merasa bingung apa saja syarat kambing aqiqah sesuai syariat islam. Jadi, menurut alim ulama baik ulama NU ataupun Muhammadiyah syarat kambing aqiqah disamakan dengan syarat hewan qurban. Untuk syarat sah dari hewan aqiqah sendiri meliputi jenis dari hewan aqiqah, umur kambing dan syarat fisik kambing untuk aqiqah. Tidak hanya bagi orang tua yang akan melakukan aqiqah saja,namun bagi setiap muslim yang akan menyelenggarakan aqiqah haruslah sesuai dengan syariat islam atau berdasarkan hadist shahih menurut tata cara dari sunnah Rasulullah. Apa itu Aqiqah dan Bagaimana Hukum Aqiqah? Aqiqah merupakan sebuah kegiatan menyembelih hewan pada hari ke-7 kelahiran bayi yang sesuai dengan ketentuan islam dan juga disertai dengan pemotongan rambut dan juga pemberian nama yang baik untuk seorang bayi. Secara lebih lengkap kami akan membahas mengenai syarat kambing aqiqah yang sesuai dengan syariat islam pada artikel kali ini. Aqiqah sendiri dilakukan sebagai bagian dari ucapan syukur kepada Allah SWT karena sudah menitipkan karunia yang tak ternilai harganya yakni seorang anak. Seperti yang kita ketahui pada saat ini, ada beberapa orang yang masih belum diberikan momongan atau seorang anak. Oleh karena itu, untuk mengungkapan rasa syukur atas titipan dari Allah SWT tersebut maka ungkapan rasa syukur dan bahagia ini diwadahkan dalam suatu Ibadah yang disebut aqiqah. Hukum dan ketentuan mengenai aqiqah sudah jelas dan dianjurkan untuk melakukan aqiqah dalam hukum islam. Secara bahasa aqiqah merupakan pemotongan atau memotong. Hukum aqiqah menurut islam adalah sunnah muakkad bagi mereka yang mampu. Maka dari itu, sebenarnya melaksanakan aqiqah buat anak karena alasan tidak mampu tidak menjadikan orang berdosa. Namun, ada juga sebagian ulama yang menyebutkan bahwa aqiqah wajib dilakukan. Oleh karena itu, bagi anda yang merasa mampu untuk menjalankan aqiqah maka segeralah laksanakan dan jangan pernah menundanya. Aqiqah sebagi wujud ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT tentu ada beberapa syarat aqiqah yang harus dipenuhi. Tidak mungkin bisa melakukan aqiqah tanpa ada syarat dan ketentuan tertentu untuk menyempurnakan ibadah kita. Adapun beberapa syarat dan ketentuan atas kambing aqiqah dan beberapa ulasan yang terkait akan dijelaskan secara lebih lengkap pada pembahasan berikut ini. Syarat Hewan Untuk Aqiqah Sebelum anda memutuskan untuk membeli kambing untuk aqiqah, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis hewan yang boleh untuk aqiqah dalam islam. Salah satu hadist yang sering dijumpai dijelaskan bahwa hewan aqiqah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah kambing jenis domba, kibsy ataupun gibas. Kibsy merupakan jenis domba putih yang berada dalam keadaaan sehat. Apakah boleh Aqiqah selain Kambing? Pertanyaan tersebut mungkin pernah terbesit di benak anda semua. Nah,untuk hewan aqiqah selain kambing misalnya seperti unta dan sapi beberapa ulama memiliki beda pendapat. Ada yang berpendapat boleh melakukan aqiqah dengan hewan seperti sapi/unta dan...

Read More

Syarat dan Ketentuan Aqiqah untuk Anak Perempuan Sesuai Syariat Islam

Bagi anda para calon orang tua yang tengah menanti kelahiran bayi anda entah itu anak atau bayi lelaki atau bayi perempuan sebaiknya anda mengetahui syarat dan ketentuan Aqiqah untuk bayi laki-laki ataupun perempuan yang sesuai dengan syariat islam. Dengan berbekal pengetahuan mengenai syarat sah untuk melakukan aqiqah pada bayi perempuan dan bayi laki-laki misalnya seperti jenis hewan ataupun jumlah kambing yang akan digunakan untuk aqiqah, jumlah kambing yang dipotong serta tata cara pelaksanaan aqiqah maka insyaAllah aqiqah yang akan anda lakukan untuk anak anda akan menjadi berkah. Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai syarat dan ketentuan aqiqah baik untuk seorang bayi laki-laki ataupun bayi perempuan secara lebih rinci sehingga andaakan mendapatkan informasi yang valid dan benar. Informasi ini nantinya dapat anda jadikan referensi untuk menjalankan aqiqah bayi atau anak anda. Pengertian Aqiqah Menurut Syariat Islam Aqiqah sendiri merupakan suatu tradisi yang dilakukan untuk merayakan kelahiran atas bayi baik bayi perempuan ataupun bayi laki-laki. Aqiqah merupakan ketetapan sunnah dari Nabi Muhammad SAW yang penting untuk dilakukan karena adanya manfaat bagi anak yang dilahirkan dan kedua orang tuanya. Tujuan dilakukannya aqiqah adalah sebagai penebus hutang kepada Allah SWT atas seorang bayi/anak yang dilahirkan. Jadi, hukum aqiqah menurut beberapa ulama fikih ada yang menyebutkan wajib dan ada yang menyebutkan sunnah. Perbedaan atas hukum aqiqah ini dilatar belakangi dengan adanya salah satu hadist nabi yang berbunyi: “Setiap anak yang terlahir ke dunia itu murtahanun atau tergadai dengan aqiqahnya” Hal inilah yang menjadi perdebatan mengenai hukum aqiqah antara wajib atay  sunnah. Sifat gadai disini berarti hutang yang mana pada saat berhutang kepada orang lain kita wajib untuk melunasinya bukan? begitu juga pada saat kita berhutang kepada Allah SWT atas seorang anak yang dititipkan kepada kita. Namun, di lain pihak ada yang mengatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah. Tidak berdosa orang yang tidak melakukannya namun mereka akan kehilangan manfaat dan hikmah yang besar dalam hal aqiqah. Nah, dengan mempertimbangkan manfaat yang sangat besar dalam meng-aqiqahkan seorang anak ini maka sebenarnya sangat dianjurkan kedua orang tua untuk mengakikahkan anaknya. Keutamaan aqiqah juga tercermin dengan adanya ulama yang menganjurkan untuk berhutang untuk bisa mewujudkan rasa syukur dan melakukan syiar agama islam dengan melaksanakan aqiqah. Sejarah Singkat Aqiqah dan Kedudukan Anak Laki-laki dan Perempuan Sebelum agama islam datang atau pada jaman  jahiliyah kedudukan perempuan sangat rendah dan tidak berharga jika dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki kedudukan yang tinggi pada masa itu di Jazirah Arab. Dengan begitu, suatu keluarga yang salah satu anggotanya melahirkan anak perempuan maka keluarga tersebut akan mendapatkan aib (malu). Oleh karena itu, tidak jarang bayi perempuan tersebut akan dibunuh dengan tujuan untuk menghilangkan aib. Sejarah tersebut diabadikan di dalam kitab suci Al-Quran yang ada pada surat An-Nahl ayat 58 yang...

Read More

Hukum Aqiqah di Bulan Ramadhan Menurut Syariat Islam

Pertanyaan yang sering kali muncul bagi orang tua yang baru saja melahirkan seorang putri atau putrinya di bulan yang suci ini adalah apakah boleh melakukan aqiqah di bulan ramadhan?  Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kami akan menjelaskan mengenai hukum dalam islam tentang beraqiqah di bulan ramdhan. Seperti yang kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita sebagai orang tua untuk mengaqiqahkan putra atau putri kita pada hari ke-7 setelah bayi dilahirkan dengan menyembelih 2 ekor sapi bagi bayi laki-laki dan 1 ekor sapi untuk bayi perempuan. Nah, bagi anda yang ingin tahu mengenai hukum islam dalam melakukan aqiqah di bulan ramadhan. Yuk, simak baik-baik artikel yang akan kami bahas berikut ini. Apakah Boleh Melaksanakan Aqiqah di Bulan Ramadhan? Pertanyaan mengenai hal tersebut merupakan pertanyaan yang sering kali muncul dalam pikiran kita pada saat akan melakukan prosesi Aqiqah bayi atau anak yang baru saja lahir di bulan ramadhan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama waktu untuk melaksanakan aqiqah yang sangat utama dan paling utama dapat dilakukan pada saat bayi berumur 7 hari, 14 hari dan 21 hari sesuai dengan salah satu hadist yang disampaikan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW. Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah BOLEH. Tidak ada hukum dalam islam yang melarang untuk tidak melakukan aqiqah pada bulan suci ramadhan. Bahkan, menurut beberapa hadist Rasullullah SAW melarang kita untuk tidak mempercayai mengenai suatu hal buruk yang akan terjadi jika kita melaksanakan aqiqah di bulan Ramadhan. Selain dapat dilakukan pada bulan suci ramadhan, aqiqah juga dapat dilakukan pada bulan hai, bulan suro, dan bulan-bulan lainnya tergantung pada kelahiran anak/bayi kita. Rasullullah SAW bersabda dalam suatu hadist Riwayar Bukhari dan Muslim yang berbunyi: “jauhilah tujuh dosa yang dapat membinasakan kita. Para sahabat bertanya, “wahai rasulullah, apa sajakah itu?” kemudian, beliau menjawab “ syirik kepada Allah; melakukan sihir; membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT kecuai Haq; memakan suatu hal yang riba; memakan harta dan hak anak yatim; Berpaling ketika ada perang yang berkecamuk; Menuduh wanita-wanita melakukan zina padahal mereka adalah wanita merdeka yang menjaga kehormatan, beriman, dan yang bersih dari zina”. (H.R Bukhari dan Muslim) Dengan adanya hadist tersebut, marilah kita berdoa semoga Allah SWT menjauhkan kita dari dosa-dosa yang tak terampuni tersebut. Termasuk juga percaya kepada hari yang baik dan hari yang buruk untuk melakukan sesuatu. Dengan begitu sudah dapat dipastikan kita boleh melakukan Aqiqah di bulan ramadhan dengan menggelar acara syukuran atau walimah dan acara apa saja di bulan yang suci ini. Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang pernuh berkah dan ampunan. Ditambah lagi dengan datangnya malam lailatul Qadar yang ada di bulan ramadhan menambah keutamaan dan keistimewaan bulan ramadahan. Bulan ramadhan merupakan bulan yang identik dengan dilaksanakannya puasa ramadhan yang merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh umat yang...

Read More