Siapa Saja Yang Boleh Makan Daging Aqiqah?

Posted by on May 25, 2016 | 0 comments

Apakah sobat BALQIS AQIQAH sudah tahu siapa saja yang boleh makan daging aqiqah? jangan penasaran ya karena di artikel ini sobat akan mendapatkan jawabannya. hehehe.

 

Siapa Saja Yang Boleh Makan Daging Aqiqah?

siapa saja yang boleh makan daging aqiqah

Siapa Saja Yang Boleh Makan Daging Aqiqah?

Assalamualaikum sobat Balqis Aqiqah semua bagaimana kabar kalian? semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin menulis artikel sederhana berkaitan dengan siapa yang diperbolehkan untuk menikmati menu / daging aqiqah?

Bagi sobat yang sudah menikah dan memiliki anak tentu pernah melaksanakan ibadah aqiqah untuk anak – anaknya bukan? Nah, menu gulai, sate dan tongseng itulah yang saya maksudkan dengan menu aqiqah. Kalau nasi, buah, krupuk dan yang lainnya tidak masuk dalam pembahasan ini ya..

Dalam hal ini saya belum menemukan hadits yang secara jelas menyebutkan siapa saja yang diperbolehkan untuk makan daging aqiqah sehingga fatwa – fatwa ulama yang mu’tabar yang akan kami angkat.

Setelah membaca beberapa literatur buku atau kitab yang membahas tentang soal distribusi menu aqiqah saya nukil dari salah satu kitab karya ulama besar yaitu kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Jabir Al Jaza’iri. Lebih lanjut beliau mengatakan yang intinya kurang lebih adalah yang boleh menikmati menu atau daging aqiqah adalah ahlul bait, disedekahkan dan di hadiahkan.

Nah, kita dapat menggali lebih jauh berkaita dengan ini yang dimaksud ahlul bait tentu saja keluarganya dari yang diaqiqahi yaitu ayah, ibu, anak – anaknya (yang aqiqahnya sudah dewasa dan ia sudah memiliki anak), kakak, adiknya, kakek dan neneknya mereka semua boleh ikut menikmati menu aqiqah. Adapun yang dimaksud dengan disedekahkan adalah menu aqiqah dapat diberikan kepada mereka yang secara ekonomi kurang beruntung seperti diberikan kepada anak – anak panti asuhan, anak – anak jalanan dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan dihadiahkan adalah menu aqiqah tersebut bisa diberikan kepada tetangga, saudara, sahabat, teman kerja dan lain sebagainya yang mungkin secara ekonomi sudah berkecukupuan dan bukan dari bagian ahlul bait.

Ketika kita mengacu kepada hal ini artinya bebas siapa saja boleh ikut menikmati menu aqiqah. Waallahu alam.

Baca artikel kami lainnya

Hukum Aqiqah Yang Dilakukan Sebelum Hari Ketujuh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 14 + 15 ?
Please leave these two fields as-is: