Apa Saja Manfaat Aqiqah?

Apa saja sih manfaat dari ibadah aqiqah yang dilakukan sesuai sunnah Rasul? disini sobat Balqis Aqiqah akan menemukannya.   Apa Saja Manfaat Aqiqah? Sobat BALQIS yang berbahagai. Sembari minum teh dan menikmati udara pagi di wilayah Lempongsari Sleman saya ingin menulis kembali lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu berkaitan tentang hikmah atau manfaat aqiqah. Pada pertemuan yang lewat kita sudah mengetahui akan manfaat aqiqah bagian satu bagi sobat yang masih ketinggalan bisa baca di link ini hikmah aqiqah, yaitu sebagai tebusan dari ketergadaian dan sebagai benteng perlindungan bagi sang buah hati. Nah, kali ini adalah artikel lanjutannya.   Sebagai Wujud Nyata Dalam Bersyukur Tidak bisa dipungkiri bahwa anak adalah pemberian dari Allah shubhanahu wa ta’ala. Ketika kita meyakini ini tentu upaya yang harus kita lakukan adalah bersyukur kepada pemberi nikmat ini yaitu Allah. Bagaimana caranya? salah satunya adalah dengan berbagi kepada sesama. Salah satu ajaran dari Rasulullah ketika kita mendapatkan keterurunan adalah dengan membagikan masakan berupa kambing kepada saudara, tetangga, handai taulan dan yang lainnya.   Berbagi Kebahagiakan Dengan Sesama Siapa sih yang tidak merasakan bahagia ketika mendapatkan seorang anak? sebagai manusia yang normal tentu akan mengharapkan adanya keturunan dalam kehidupannya bukan? Nah, sebagai ungkapan syukur yang mengandung bahagia kita juga diperintahkan berbagi kebahagiakan dengan yang lainnya. Mungkin kita bisa membayangkan berapa orang yang senang ketika kita bahagia dengan cara memberikan simbol kebahagiaan tersebut berupa menu makanan? penulis sendiri merasa senang apabila kalau ada tetangga bagi – bagi menu syukuran baik itu syukuran aqiqah berupa masakan kambing atau syukuran lain yang biasanya bagi – bagi roti box. heheheh. Terlebih lagi ketika menu aqiqah ini sebagian kita berikan kepada mereka yang jarang makan menu gulai atau sate kambing. Masya Allah sekali sobat, pasti mereka akan senang menerimanya. Misalkan bisa kita bagikan kepada anak – anak jalanan, anak panti asuhan atau abang – abang yang berprofesi sebagai tukang becak di wilayah kita. Sobat pasti pernah punya pengalaman bukan? mungkin sedikit menu aqiqah tidak terlalu berarti buat orang yang sudah mampu tetapi ketika diberikan kepada mereka yang membutuhkan sobat akan menemukan keheranan, yaitu dengan memberikan 1 box menu aqiqah meraka akan berdoa dengan khusuk dan panjang untuk kebaikan kita dan kehidupan kita. Wallahu ‘alam bi al shawab. Baca artikel kami lainnya Siapa Yang Harus Menanggung Biaya Aqiqah?...

Read More

Hikmah Aqiqah

Apa saja hikmah yang terkandung dalam ibadah aqiqah? Bagaimana cara mendapatkan hikmah tersebut? insyaallah disini anda akan mengetahuinya.   Hikmah Aqiqah Pembaca yang budiman. Di pagi ini sambil menikmati udara segar di Lempongsari Sleman Yogyakarta penulis ingin berbagi informasi berkaitan dengan hikmah atau apa saja yang akan kita dapatkan ketika kita bisa mengqiqahi anak – anak kita sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sebagai seorang muslim tentu kita akan mengimanai apa saja yang telah disampaikan oleh Allah dan Rasul Nya, baik itu bersumber dari kitab suci al Quran ataupun dari hadits Nabi. Keduanya adalah sumber hukum dalam Islam yang mengatur semua tatacara beribadah termasuk ibadah aqiqah. Diantara hikmah – hikmah aqiqah yang akan kita peroleh selain pahala dari Allah adalah sebagai berikut: Sebagai Tebusan Dari Ketergadaian Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad disebutkan :”Bahwa setiap anak yang lahir ini tergadai dengan aqiqahnya,,,,,” (HR. Abu Dawud, An Nasai, At Tirmidzi). Apa arti tergadai dalam hadits di atas? Menurutu keterangan dari salah satu imam ahlu sunnah wal jamaah yaitu imam Ahmad Ibn Hanbal rahimahulah bahwa anak yang sudah diaqiqah kelak di hari akhirat akan diberikan ijin oleh Allah untuk bisa memberikan pertolongan kepada kedua orang tuanya. Artinya ketika orang tua dari anak tersebut Allah tempatkan di neraka sedangkan anaknya yang sholih masuk ke syurga duluan tentu sang anak akan mencari kedua orang tuanya dan menemukan mereka sedang bersedih dan kesakitan. Nah, anak yang statusnya sudah tidak tergadai lagi atau sudah diaqiqahi inilah yang akan diberikan ijin untuk memberikan syafaat untuk kedua orangtuanya tersebut yang tentu saja syarat – syarat untuk mendapatkan syafaat sudah terpenuhi yaitu memiliki iman dalam hatinya. Jadi manfaat atau hikmah aqiqah ini juga akan didapatkan untuk kedua orang tuanya. Sebagai Tameng Bagi Anak Yang Diaqiqahi Para ulama banyak yang menyebutkan bahwa aqiqah adalah tameng / pelindung bagi anak yang diaqiqahi. Dalam kitab Minhajul Muslim Syaikh Abu Bakar Jabil Al Jazairi mengatakan :”Aqiqah adalah upaya berwasilah kepada Allah agar terjaga anak yang diaqiqahi tersebut dari berbagai macam gangguan”. Tentu kita tahu bahwa sang anak belum mampu untuk melindungi diri gangguan jin, syaitan, sihir, penyakit ain dan lain sebagainya maka orang tuanyalah yang seharusnya memiliki inisiatif untuk selalu melindungi anak – anaknya dari berbagai macam gangguan di atas. Itu beberapa hikmah atau manfaat aqiqah. Untuk melengkapi uraian di atas anda dapat membaca artikel di bawah ini. Apa Saja Manfaat...

Read More

Dalil Ulama Yang Mengharuskan Aqiqah Dengan Kambing

Pada kesempatan kali ini penulis akan membawakan beberapa dalil – dalil yang dijadikan oleh para ulama berkaitan dengan keharusan beribadah aqiqah itu dengan kambing.   Dalil Ulama Yang Mengharuskan Aqiqah Dengan Kambing Para ulama bersepakat kalau kambing atau domba adalah hewan yang dapat dijadikan sesembelihan dalam ibadah aqiqah. Akan tetapi ada perbedaan dilakangan ulama berkaitan dengan apakah harus dengan kambing atau domba? ataukah bisa dengan hewan lain seperti sapi, unta, ataupun kerbau? Pembaca yang budiman. Sesuai dengan janji penulis kemarin kalau ada kesempatan lain akan melanjutkan artikel sebelumnya yang berkaitan dengan judul diatas yaitu dalil ulama yang mengharuskan aqiqah dengan kambing. Sejauh pengetahuan penulis bahwa cukup banyak hadits – hadits yang membahas tentang ibadah aqiqah dan semuanya menggunakan kata syaatun atau kabsyun. Kata syaatun ini memang dapat diartikan sebagai sembelihan yang masuk didalamnya jenis kambing, domba, sapi, unta bahkan keledai dan kijangpun dapat dimasukan dalam kata ini. Hal semacam ini telah disampaikan oleh seorang ulama bahasa Ibnu Mandzur dalam buku lisanul ‘Arab. Selain dapat ditinjau dari sisi bahasa dalam riwayat lain juga penulis temukan ada atsar dari sahabat Anas Ibn Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau mengaqiqahkan anaknya dengan menyembelih unta bukan dengan kambing ataupun domba. Walaupun ada atsar dari Anas Ibn Malik diatas ketika melihat banyak riwat lain yang semuanya menyebut kambing tentu ini menjadi alasan sebagian ulama lebih mantap dan mengharuskan dengan kambing. Diantara riwayat – riwayat yang menyebut dengan kambing adalah sebagai berikut: Dari Yusuf Ibn Mahik bahwa berkata: “Saya dan Ibn Mulaikah masuk dan menemuai Khafsah binti Abdirrahman Binti Abi Bakr ketika melahirkan anaknya Mundzir Ibn Zubair. Saya berkata kepadanya :”Kenapa engkau tidak beraqiqah dengan menyembelih unta saja? Lantas ia berkata : “Aku berlindung kepada Allah (untuk melakukan demikian yaitu aqiqah dengan unta) karena bibiku yaitu Aisyah pernah berkata : Untuk anak laki – laki dengan dua ekor kambing dan untuk anak perempuan dengan satu ekor kambing”. Diriwayatkan oleh Abdu ar Razzaq dan Al Albani mengatakan bahwa ini shohih sesuai syarat Imam Muslim. Dalam riwayat lain juga disebutkan ketika Aisyah ditanya perihal apakah boleh beraqiqah dengan unta? Beliau menjawab :”Aku berrlindung kepada Allah (untuk melakukan demikian) akan tetapi sesuai apa yang disabdakan Rasulullah adalah dengan dua ekor kambing yang setara”. Diriwayatkan oleh Ath Thahawi dan Al Albani mengatakan sanadnya adalah hasan. Pembaca yang budiman, itu tadi beberapa dalil yang diajadikan dasar sebagian ulama yang tidak membolehkan beraqiqah dengan selain kambing. Wallahu’alam bi as shawab. Contoh Undangan...

Read More

Apakah Boleh Aqiqah Dengan Selain Kambing?

Bagi yang ingin tahu sebenarnya bagaimana sih apakah boleh aqiqah dengan hewan selain kambing? Insyallah di artikel ini sobat akan menemukan jawabannya.   Apakah Boleh Aqiqah Dengan Selain Kambing? Islam adalah agama yang mudah dan tidak membebankan kepada ummat dalam berbagai macam pelaksanaan ibadah termasuk ibadah aqiqah. Mengacu pada judul artikal di atas apakah boleh melaksanakan ibadah aqiqah dengan menyembelih hewan selain kambing atau domba? Dengan bahasa lain apakah boleh beraqiqah dengan menyembelih sapi atau unta? Sejauh pemahaman penulis setelah membaca buku – buku yang berkaitan dengan hewan yang dapat digunakan untuk aqiqah adalah kambing atau domba. Hal ini terdapat dalam banyak hadits yang semuanya menyebut kata syaatun atau kabsyun. Sebelum membahas perihal aqiqah ini lebih dalam akan lebih baik jika penulis sampaikan tentang makna kedua kata ini yaitu syaatun dan kabsyun. Menurut ahli bahasa salah satunya adalah Ibnu Mandhur berkata dalam kitab lisan al ‘Arab bahwa kata “syaatun” itu bentuk tunggal dari kambing ataupun domba, yang termasuk dalam kata syaat adalah jenis kambing, domba, sapi, unta, keledai liar, kijang. Berkaitan dengan hal diatas apakah boleh aqiqah dengan selain kambing? Ada perbedaan diantara ulama yang terbagi menjadi 2 pendapat, yaitu ada yang membolehkan dan ada yang tidak. Jumhur Ulama (mayoritas ulama) membolehkan Mereka berpendapat demikian karena ada atsar yang shahih dari Anas Bin Malik bahwa beliau mengaqiqahkan dua anaknya ketika lahir dengan menyembelih unta. Di riwayatkan oleh ath Thabarani dalam kitab al Kabiir. Dalam riwayat di atas menunjukkan diperbolehkannya beraqiqah dengan unta, artinya ketika unta termasuk dalam syaat tentu hewan – hewan lain yang termasuk juga diperbolehkan seperti dengan sapi, kijang dan keledai liar. Ketika beraqiqah dengan unta ataupun sapi ada sedikit perbedaan dengan ibadah qurban. Kalau Ibadah qurban 1 (satu) ekor unta atau sapi bisa berkongsi 7 (tujuh) orang, berbeda dengan aqiqah walaupun sapi dan unta harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan kambing akan tetapi tidak boleh berkongsi untuk beberapa orang. Wallahu ‘alam bis shawab. Untuk melengkapi artikel diatas tentang apakah boleh aqiqah dengan selain kambing silahkan bisa membaca artikel di bawah ini yang membahas tentang ulama yang tidak membolehkan aqiqah kecuali dengan kambing. Dalil Ulama Yang Mengharuskan Aqiqah Dengan...

Read More

Dalil Syari Tentang Aqiqah

Anda sedang mencari dalil – dalil syar’i tentang aqiqah? Disini anda akan memperolehnya, baca yuk…   Dalil Syar’i Tentang Aqiqah Sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengilmui semua ibadah yang akan dilakukan termasuk ibadah aqiqah. Yang dimaksud mengilmui adalah belajar dan mengkaji hal – hal yang berkaitan dengan dalil syari baik yang digali dalam hadits Nabi Muhammad ataupun dalam ayat al Quran. Dalil Sejarah Aqiqah Diriwayatkan dari Buraidah, ia berkata :”Dahulu kami (sewaktu masih jahiliyyah) apabila mempunyai anak kami menyembelih kambing dan melumuri kepada anak dengan darah kambing tersebut. Akan tetapi setelah Islam datang kami menyembelih kambing, mencukur rambutnya dan melumuri kepala bayi dengan minyak wangi”. (Hadits Riwayat Imam Abu Dawud) Dalil Syariat Aqiqah Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Setiap anak itu tergadai dengan pelaksanaan aqiqahnya, yaitu dengan menyembelihkan kambing untuknya pada hari yang ketujuh (dari kelahiran), diberikan untuknya nama, dan dicukur rambut kepalanya”. (Hadits Riwayat Abu Dawud, An Nasa’i) Dalil Jumlah Kambing Untuk Aqiqah Diriwayatkan melalui jalur Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkatka :“Bahwa Rasulullah memerintahkan kepada sahabatnya untuk mengaqiqahkan anak laki – laki nya dengan 2 (dua) ekor kambing yang sama, dan untuk anak perempuan dengan seekor kambing“. (Hadits Riwayat At Tirmidzi). Dalil Mencukur Rambut Dan Disunnahkan Bersedekah Diriwayatkan dari jalur Muhammad Ali Bin Husain ia berkata :“Bahwasannya Putri Rasulullah Fathimah Radhiyallahu ‘anha mencukur rambut anaknya setelah kelahiran Hasan dan Husain lalu menimbangnya dan bersedekah dengan perak seberat timbangan rambut bayi tersebut”. (Hadits Riwayat Ahmad dan Malik). Itu tadi beberapa hadits yang berkaitan dalil syar’i aqiqah. Kita bisa menelaah lebih lanjut karena cukup banyak dalil dalil lain yang membahas masalah ini. Mulai dari memilih hari yang baik, memilih kambing yang sesuai syariat hingga pada tahap akhir yaitu distribusi menu aqiqah. Saat ini banyak buku – buku yang membahas tentang ini diantaranya adalah buku terjemah karya ulama besar Ibnul Qayyim al Jauziyyah atau anda dapat membuka kitab minhajul muslim karya syaikh Abu Bakar Jabir al Jazairi pada bab aqiqah. Demikian pengantar tulisan ini yang terkait dengan dalil – dalil disyariatkannya ibadah aqiqah. Semoga Bermanfaat. Baca artikel selanjutnya Apakah Boleh Aqiqah Dengan Selain...

Read More

Buku Risalah Aqiqah

Anda mau membuat buku risalah aqiqah? Bagaimana kisi – kisinya agar anda mudah dalam menyusun buku tersebut?   Buku Risalah Aqiqah Buku risalah aqiqah adalah sebuah buku kecil yang di dalamnya membahas seluk beluk tentang ibadah aqiqah. Hal ini cukup penting disamping sebagai sarana dakwah kepada masyarakat buku ini juga dapat dijadikan media promosi bagi sang penyelenggara catering layanan jasa aqiqah. Biasanya buku ini dicetak kecil hanya beberapa centi meter (mungkin seukuran kertas folio yang di bagi 8 buku). Dengan cara seperti itu akan menghemat biaya cetak dan didapatkn buku kecil yang mudah dimasukkan dalam box menu aqiqah. Agar lebih runut dan teratur mungkin anda bisa mengisinya dengan kisi – kisi sebagai berikut: Pendahuluan Dalam bab ini anda perlu memberikan sedikit prakata yang mememberitahukan keresahan anda akan praktek – praktek ibadah aqiqah di tengah masyarakat. Pada bab ini juga anda bisa memperkenalkan usaha anda yang di dalamnya tercantum nomer Hand phone, email, twetter, Face book dan lain sebagainya. Isi Pada bab inilah yang menjadi pokok pembahasan. Pembahasan yang ringkas dan tidak bertele – tele akan menghasilkan buku yang menarik untuk dibaca masyarakat. Siapkan dalil – dalil yang shahih dan kuat sebagai pembahasan sehingga anda memiliki rujukan yang kuat dan bisa dipertanggung jawabkan secara teori keilmuan. Salah satunya anda bisa memulainya dari arti aqiqah secara bahasa dan istilah jelaskan seperlunya saja. Selanjutnya pembahasan bisa masuk pada isi dari hadits aqiqah yang intinya ritual aqiqah itu memotong domba 1 ekor untuk anak perempuan dan 2 ekor untuk anak laki. Kemudian anda bisa menjelaskan apa itu hari ketujuh? bagaimana menentukan hari ketujuh? pada tahap ini menjadi penting karena masyakarat tidak sedikit yang meleset dalam menentukan hari ke tujuh tersebut. Terkadang jatuhnya pada hari ke enam atau kedelapan. Alternatif hari lain untuk keutamaan aqiqah juga perlu disampaikan dalam catatan buku agar pemahaman menjadi lengkap tentang pilihan hari terbaik sehingga mereka bisa mengatur waktu sesuai dengan kesibukan dan anggarannya. Selanjutnya pembahasan bisa masuk pada pemotongan rambut bayi dan sedekah dalam bentuk emas ataupun perak yang dapat diberikan kepada orang – orang yang kurang beruntung. Demikian kisi – kisi buku risalah aqiqah yang bisa kami sampaikan semoga ada manfaatnya. aamiin. Baca artikel lainnya Cara...

Read More