Aturan Aqiqah

Posted by on March 22, 2016 | 0 comments

Anda mau melaksanakan ibadah aqiqah? Bagaimana aturan aqiqah dalam agama Islam? baca yuk…

 

Aturan Aqiqah

aturan aqiqah

Aturan Aqiqah

Pambaca yang kami hormati. Ibadah adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah Shubhanahu wa ta’ala, ada yang bersifat mahdhah dan ada yang bersifat ghairu mahdhah. Mahdhah atau khusus artinya aturan – aturan ibadah tersebut sudah sangat jelas ditentukan baik berkaitan dengan bacaan lafadznya ataupun gerakan badannya selama menjalankan ibadah tersebut. Misalnya shalat, semuanya sudah ditentukan secara khusus bacaan dan gerakannya mulai dari takbiratul ihram hingga salam, dan kita tinggal mengikuti arahan dari Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa sallam yang dijelaskan dalam hadits – hadits tentang tata cara shalat sesuai sunnah Rasul.

Adapun ibadah yang bersifat ghairu mahdhah atau tidak khusus adalah ibadah yang tata caranya tidak ditentukan secara khusus, bebas tapi tentu mengikat selama tidak bertentangan secara syariat. Misalkan ibadah dalam bentuk menghormati orang tua. Kita pasti sepakat ya bahwa menghormati orang tua adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah selama ini diniatkan kararena Allah Azza wa jalla. Kita bisa melakukan berbagai macam cara yang didalamnya bisa membahagiakan orang tua kita, tidak ada runutan aturan yang baku. Selama kegiatan tersebut membahagiakan orang tua kita dan tidak bertentangan dengan syariat insyaallah ini akan dinilai sebagai ibadah dimata Allah. Dari mana kita tahu ini semua? Tentu dari aturan yang diberikan oleh Allah dalam al Quran ataupun oleh Nabi Muhammad dalam hadits – haditnya tidak terkecuali aturan tantang ibadah aqiqah.

Ibadah aqiqah adalah ibadah yang tata caranya sudah dijelaskan oleh Nabi Muhammad dalam haditsnya yang kuat, intinya adalah menyembelih kambing pada hari yang ketujuh, memberikan nama untuk anak yang diaqiqahi, mencukur rambutnya.

Dalam hal pemotongan kambing sekiranya tidak memungkinkan pada hari yang ketujuh maka bisa pada hari yang ke empat belas ataupun kedua puluh satu dari kelahiran. Ini hanya terkait dengan afdhaliyyah saja bukan terkait dengan sah atau tidak sahnya ibadah aqiqah tersebut.

Untuk melengkapi artikel diatas kita bisa membaca artikel berikutnya

Bacaan Aqiqah

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 13 + 11 ?
Please leave these two fields as-is: