Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil Muda

Kalau anda sedang hamil pastikan anda selalu melakukan tips menjaga kesehatan hamil muda agar selalu bugar dan sehat baik untuk anda maupun untuk si kecil nantinya.   Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil Muda Ketika sedang hamil muda, tubuh pasti akan mengalami berbagai perubahan secara kondisi kesehatan serta psikis. Selain itu diawal masa kehamilan ini, kondisi janin masih sangat rentan dan juga resiko keguguran memang besar. Sebab lain dari keguguran adalah karena abnormal nya kesehatan fisik seperti leukemia, faktor hormonal dll. Walaupun terlihat baik baik saja, maka tidak berarti bisa terhindar dari keguguran. Memang dengan menjaga kesehatan bagi ibu hamil muda, bisa mencegah kondisi janin dari ancaman gugurnya janin anda. Dan berikut ini adalah beberapa tips dari Balqis Catering Aqiqah yang bisa anda lakukan untuk menjaga kesehatan kehamilan anda di waktu hamil muda. 1.    Memperhatikan  makanan Memang makanan sangat berpengarus dengan sedang dalam keadaan mengnadung. Zat albotrus merupakan zat yang bisa mengalami hal yang bisa berbahaya terhadap kesehatan janin anda. Selain itu pula, jika janin kekurangan zat besi, tentunya akan mengakibatkan kecacatan dan kerusakan anggota tubuh. 2.    Menghindari rokok dan obat obatan Menghindari berbagai zat zat jahat yang bisa berdampak negative bagi tubuh merupakan salah satu langkah utama dalam menjaga kesehatan ibu hamil yang tengah mengandung diusia kehamilan yang masih muda. Selain perokok aktif yang tentu saja berbahaya untuk sang janin, ibu hamil yang menjadi perokok pasif pun berbahaya sekali bila terlalu sering terpapar asap rokok. Dan juga berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam obat obatan sangat bisa merusak perkembangan janin anda, jadi pastikan anda tidak mengkonsumsi segala jenis obat obatan tanpa resep dokter jika sedang mengandung. 3.    Beristirahat yang cukup Dengan memiliki intensitas istirahat yang cukup, tentunya akan sangat membantu regenerasi sel dan juga akan membangkitkan energy yang lelah setelah seharian beraktivitas. Jadi bagi anda ibu hamil dengan usia kandungan yang masih muda, sangat di sarankan untuk beristirahat yang cukup. Karena selain bermanfaat sebagai regenerasi sel, tidur yang cukup juga akan memberikan rasa nyaman. Dimana pasti ibu hamil akan banyak mengalami fase fase yang tidak nyaman dalam tubuh. 4.    Mengurangi berhubungan badan Mengurangi berhubungan badan dengan pasangan ketika kehamilan di 3 bulan pertama sangat dianjurkan karena pada masa ini di rahim anda akan mengalami guncangan yang sangat keras jika sering berhubungan, hal ini aka memicu keguguran. Karena ketika mengalami orgasme rahim otomatis akan melakukan kontraksi,dan tentunya jika dilakukan secara rutin ketika sedang dalam fase awal kehamilan akan sangat berbahaya untuk kandungan anda. 5.    Melakukan senam hamil Dengan meluangkan waktu untuk melakukan senam hamil juga disarankan untuk menjaga kesehatan anda dan juga sang calon buah hati. Dengan senam hamil otomatis keduanya akan mendapatkan kondisi yang lebih rileks, selain itu untuk proses persalinan pun akan menjadi semakin lancar. Nah itulah...

Read More

Gejala Atau Tanda Awal Kehamilan 1 Minggu

Anda ragu apakah anda saat ini sedang hamil atau tidak? kenali gejala atau tanda awal kehamilan 1 minggu insyaallah akan dengan ini anda akan mengetahuinya.   Gejala Atau Tanda Awal Kehamilan 1 Minggu Sebenarnya bagi anda yang memang sudah positif hamil, untuk minggu-minggu pertama kehamilan sudah pasti mengalami gejala yang menunjukan tanda tanda kehamilan. Akan tetapi biasanya gejala kehamilan pada awal minggu pertama juga sama dengan gejala jika anda sakit pada umumnya misalnya mual, pusing, lemas dan haid tidak teratur. Untuk itu agar tidak salah dalam mendiagnosis kondisi yang sedang anda alami pelu sekali mengetahui apakah gejala yang anda alami adalah karena kondisi kesehatan yang terganggu, atau karena memang positif hamil. www.balqisaqiqah.com melansir menurut perhitungan medis tanda awal ketika anda mengalami kehamilan adalah pada saat hari terakhir anda mengalami menstruasi. Dan selain itu untuk mengenali tanda awal apakah anda sedang hamil atau tidak, perlu lebih banyak lagi mengetahui berbagai gejala awal kehamilan selain dengan melihat periode terakhir anda ketika menstruasi. Dan berikut ini merupakan beberapa gejala atau tanda awal kehamilan 1 minggu yang perlu untuk anda ketahui. Gejala Atau Tanda Awal Kehamilan 1 Minggu 1.    Pendarahan Peradarahan yang dimaksud adalah adanya bercak darah karena implantasi hal ini disebabkan karena implantasi calon janin ke dinding rahim anda.jadi jangan panik ketika anda mendapati adanya bercak darah di sekitar organ reproduksi anda. Bisa jadi ini merupakan salah satu tanda awal kehamilan dalam fase 1 minggu. Tapi perlu diingat peradarahan karena merupakan gejala awal kehamilan dengan pada saat sedang mengalami haid itu berbeda karena kalau anda haid pastinya darah yang keluar akan lebih banyak dan tidak berbentuk bercak darah. 2.    Kram Perut Kram perut terjadi karena proses implantasi calon janin ke dinding rahim. Jadi selama fase ini anda akan mengalami rasa kram pada perut. Kram perut karena sedang haid dengan kram perut karena memang sedang hamil memang hampir mirip rasanya, akan tetapi kram perut pada saat haid biasanya terjadi sebentar saja disaat anda haid, berbeda dengan kram perut pada saat hamil karena intensitas waktunya lebih lama karena proses implantasi janin yang ada di dalamnya. 3.    Perubahan Payudara Perubahan payudara yang dimaksud adalah apabila payudara disentuh walaupun karena gesekan pakaian saja hal ini akan mengakibatkan rasa yang nyeri. Selain rasa nyeri yang tidak nyaman, perubahan ukuran payudara pun akan terjadi dengan ukurannya yang membesar.selain itu, rasa gatal juga akan terasa di bagian payudara. 4.    Telat datang bulan Ini merupakan gejala awal yang umum dirasakan oleh para ibu hamil muda. Karena memang telat dating bulan selalu diidentifikasikan dengan gejala kehamilan. Hal ini pun bukan tanpa alas an. Karena secara biologis ovarium tidak diproduksi oleh tubuh. Dan tidak akan memproduksi sel baru lagi selama anda dalam masa kehamilan. Maka dari itu ketika ovarium tidak berproduksi otomatis...

Read More

Tips Mengurangi Sakit Saat Melahirkan

Anda sedang hamil? bacalah tips mudah ini untuk mengurangi rasa sakit saat anda melahirkan.   Tips Mengurangi Sakit Saat Melahirkan Melahirkan adalah saat-saat yang sangat ditunggu oleh seorang ibu hamil dan keluarganya. Namun, saat ini banyak orang yang masih takut untuk melahirkan. Apalagi melahirkan dengan proses normal. Terutama bagi ibu muda yang baru pertama kali merasakan hamil. Hal tersebut sangatlah wajar, sebatas tidak berlebihan. Kehawatiran tersebut menjadikan seorang ibu semakin berhati-hati. Nah, untuk para ibu yang memiliki keinginan untuk melahirkan secara normal, mungkin tips dari Balqis Aqiqah Yogyakarta berikut dapat membantu Anda mengurangi rasa sakit. ●     Yakinlah Jika Anda masih memiliki rasa ragu untuk melahirkan secara normal, maka hilangkan hal tersebut dari sekarang. Stop menyiksa diri Anda sendiri. Karena membayangkan sakitnya proses melahirkan merupakan rasa sakit sendiri yang Anda alami. Jika Anda meyakini bahwa proses persalinan itu menyakitkan, maka melahirkan akan terasa lebih menyakitkan dari biasanya. Melahirkan memang sakit, tetapi tanamkan pada diri Anda bahwa melahirkan hanyalah satu tahap terakhir yang mudah dilewati seperti para ibu yang lain. ●     Dukungan Keluarga Mintalah dukungan selama mengandung sampai detik-detik proses melahirkan, terutama pada orang tua dan suami. Dukungan ini sangat berguna untuk terus menjaga ibu hamil tetap termotivasi. Motivasi tersebut dapat menambah keyakinan diri untuk bertahan menjalani segala rasa sakit. Percayalah bahwa rasa cinta akan mengubah rasa takut seperti apapun menjadi kekuatan besar yang tak pernah Anda bayangkan. Dukungan dapat diberikan dengan cara apapun. Mulai dari hal-hal kecil sampai yang terpenting. Mengelap keringat di saat proses melahirkan bisa jadi dukungan kecil yang sangat membantu psikologis ibu melahirkan. ●    Tidak usah tegang Ketika proses melahirkan berlangsung, seorang ibu sangat butuh otot yang fleksibel terutama di paha, perut, dan pinggul. Berhati-hatilah jika Anda tegang dalam menjalani proses melahirkan. Hal tersebut dapat menyebabkan otot Anda semakin kaku. Otot yang kaku akan sangat mempersulit proses keluarnya bayi dan menambah rasa sakit pada diri Anda. ●     Ketahui teknik melahirkan Pelajari teknik-teknik melahirkan sebelum Anda menjalaninya. Dengan begitu Anda akan menjalani proses melahirkan dengan lebih siap. Orang yang siap sangat berbeda dengan yang tidak. Hal tersebut akan menurunkan rasa tegang dan mempermudah proses melahirkan. ●    Jalan-jalan ringan Cobalah untuk merilekskan diri sebelum melahirkan dengan berjalan-jalang kecil di ruang persalinan. Hal ini dapat membantu melancarkan proses persalinan. ●    Berdoalah Jangan lupa untuk selalu meminta kelancaran dalam proses persalinan kepada tuhan. Setelah semua usaha telah dilakukan, semoga Anda selalu diberikan yang terbaik pada proses persalinan. Hanya Dialah penentu terakhir dalam hidup Anda. Dekimian beberpa tips ini semoga akan membantu anda dalam mengurangi rasa sakit ketika melahirkan sang buah hati. Baca artikel kami lainnya Gejala Atau Tanda Awal Kehamilan 1...

Read More

Tanda Lahir Warna Merah Pada Bayi, Berbahayakah?

Setiap anak yang lahir biasanya memiliki tanda lahir yang masing – masing anak berbeda – beda, salah satunya adalah tanda lahir warna merah pada wajah bayi, apakah ini berbahaya?   Tanda Lahir Warna Merah Pada Bayi, Berbahayakah? Sungguh memiliki anak adalah hadiah terindah bagi orang tua, apa saja akan ia korbankan untuk bisa memiliki keturunan yang lahir dengan selamat dan sempurna. Hal ini dibuktikan dengan perhatian orang tua untuk si kecil mulai ia berikan sejak pertama kali dalam kandungan, memeriksakannya setiap bulan hal ini dipastikan agar si kecil dapat tumbuh menjadi janin yang sehat dan sempurna. Setelah si kecil lahir maka orang tua akan memberikan perhatian yang lebih, semua yang mereka lakukan adalah untuk kebaikan si kecil jangan sampai ada apa – apa yang bersifat mengganggu bagi tumbuh kembang bayi dalam pangkuan sang ibu. Hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan tanda lahir yang kerap dimiliki oleh bayi yang baru lahir. Tentu saja setiap anak berbeda – beda tanda lahir yang ia miliki. Ada yang terdapat ditangan, di kaki, di punggung. Terkadang ada yang berwarna keunguan ataupun kemerahan yang sering terdapat di leher atau wajah si bayi. Tanda merah pada bayi dalam dunia medis dikenal dengan nama strawberry Hemangioma. Gejala ini memiliki ciri pada tepian warna merah tarasa halus dan jaringannya berongga. Strawberry hemangioma ini merupakan gejala vaskular yang sering muncul untuk bayi berjenis kelamin perempuan. Bahkan penelitian mengungkap bahwa potensi bayi perempuan untuk memiliki gejala ini pada kisaran 9 kasus untuk 10 proses kelahiran. 10 persen tanda lahir wara merah ini akan hilang ketika bayi berusia 13 bulan sedangkan sisanya yang 90 persen biasanya akan hilang pada usia anak 10 tahun. Pada situasi tertentu gejala tanda lahir warna merah ini sebenarnya tidaklah berbahaya selagi tidak menggangu fungsi tubuh, seperti mengganggu proses pendengaran atau mengganggu proses penglihatan. Anda perlu memperhatikan apakah tanda merah ini semakin membesar sehingga akan mengganggu kenyamanan si bayi ataukah tidak. Kalau semakin membesar sebaiknya anda segera berkonsultasi kepada dokter karena pengaruh tanda lahir warna merah ini akan memberikan pengaruh yang berbeda – beda antar anak sehingga dengan memeriksakannya ke dokter maka akan didapatkan informasi yang tepat berkaitan soal tanda lahir anak anda ini. Jika dirasa harus dilakukan operasi maka jalan ini bisa ditempuh atau dengan cara dilaser atau bahkan dengan kedua cara tersebut secara bersamaan. Demikian artikel ini kami buat semoga anda dapat mengenali tanda lahir warna merah pada bayi sehingga anda dapat mengambil langkah tepat dalam penanganannya. Baca artikel kami lainnnya Apa Penyebab Timbulnya Bintik Merah Pada Kulit...

Read More

Apakah Berbahaya Bayi Yang Terlahir Sudah Memiliki Gigi?

Umumnya bayi lahir itu belum memiliki gigi yang tumbuh dalam mulutnya, lantas apakah berbahaya jika bayi terlahir sudah ada yang memiliki gigi?   Apakah Berbahaya Bayi Yang Terlahir Sudah Memiliki Gigi? Memiliki bayi yang sehat dan normal adalah kebanggan bagi semua orang tua di dunia ini, buktinya mereka sangat mengharapkan kebaikkan sejak dalam masa – masa awal kehamilan hingga pada tahap kelahiran bahkan meraka dengan senang hati merawat dan membesarkannya. Itulah bukti cinta kasih orang tua kepada anak – anaknya. Umumnya pada tahap awal bayi dilahirkan mereka belumlah memiliki gigi, hal ini dapat kita ketahui dengan memperhatikan tahapan – tahapan perkembangan si kecil usia tumbuhnya. Awal gigi terbentuk dan keluar biasanya pada usia bayi enam hingga 13 bulan dari kalahiran. Pada tahap ini yang pertama kali muncul adalah 4 buah gigi yaitu dua bagian bawah dan dua lagi pada bagian atas. Setelah balita anda berusia tiga tahun ia akan memiliki struktur gigi yang lengkap orang bilang dengan istilah satu set gigi lengkap. Adapun ketika usia anak lima hingga enam tahun biasanya ada gigi yang mulai tanggal dan tidak lama kemudian akan tumbuh gigi baru sebagai gantinya yang akan menjadi gigi permanen sampai anak dewasa. Nah, kembali kepada topik pembahasan di atas yang berkaitan dengan apakah berbahaya bayi yang terlahir sudah memiliki gigi? Aqiqah Balqis merilis bahwa kasus ini memang tergolong sangat langka akan tetapi ada, para peneliti mengatakan kejadian kasus ini terjadi pada angka perbandingan 2000 peristiwa melahirkan dengan satu kasus yang seperti ini. Kasus kejadian ini atau dalam istilah kesehatan dikenal dengan istilah natal teeth cukup banyak faktor yang mempengarui diantaranya adalah sebagai berikut: Sindrom Hallerman Streif Sindrom ini yang sering memperngaru tinggi dan bentuk kepala bayi sehingga dapat memicu tumbuhnya gigi pada saat bayi dilahirkan. Sindrom Soto Yaitu kondisi dimana menyebabkan kelainan genetik sehingga menyebabkan adanya pertumbuhan yang berlebihan pada anak usia 2 sampai 3 tahun pertama dari kelahiran. Sindrom Pierre Robin Yaitu sindrom dimana rahang bawah yang tumbuh kecil, lidah yang cenderung mundur dan kebawah. Nah, kejadian demikin sangatlah langka dan karena nanti pada usia anak 5 tahunan biasanya akan ganti gigi baru yang diawali dengan tanggalnya gigi jadi hal ini tidaklah berbahaya. (sumber: bidanku.com) Demikian artikel ini kami buat semoga bisa menghilangkan kekhawatiran ketika hal ini terjadi pada bayi balita anda. Baca artikel kami selanjutnya Tanda Lahir Warna Merah Pada Bayi,...

Read More

Apakah Berbahaya Penyakit Kuning Pada Bayi?

Salah satu penyakit yang kerap terjadi setelah bayi dilahirkan adalah penyakit kuning. Apakah berbahaya penyakit kuning pada bayi? biar banyak orang mendapatkan manfaat share yuk…   Apakah Berbahaya Penyakit Kuning Pada Bayi? Ayah bunda sahabat BALQIS AQIQAH JOGJA yang berbahagia. Memiliki bayi yang sehat adalah dambaan setiap orang tua, untuk mewujudkan hal itu orang tua tidak tanggung – tanggung akan memberikan perhatian khusus sehingga tahapan tumbuh kembang si kecil dapat terpantau dengan sebaik mungkin. Jangan sampai ada hal yang menyerang si kecil tanpa diketahui oleh orang tua termasuk penyakit kuning ini. Penyakit kuning pada bayi itu disebabkan oleh zat bilirubin. Sebelum bayi dilahirkan yang memiliki tugas untuk mengolah bilirubin pada darah adalah hati sang ibu, adapun setelah dilahirkan bilirubin ini akan diolah oleh hati bayi anda. Acapkali bagi sebagian balita belum memiliki fungsi hati yang sempurna sehingga pengolahan bilirubin belum maksimal, kalau hal ini terjadi maka akan ada gangguan berupa penumpukan bilirubin sehingga menyebabkan penyakit kuning pada bayi. Biasanya penyakit kuning ini akan berproses setelah usia bayi 3 sampai 5 hari setelah lahir sehingga sebelum 3 hari penyakit kuning ini belum bisa diketahui. Bagi bayi yang lahir dengan memiliki cukup umur kandungan masih memiliki potensi untuk terkena penyakit kuning ini sebesar 25% – 50%, adapun bayi yang dilahirkan belum cukup umur lebih besar lagi potensinya untuk terkana penyakit kuning ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi apakah bayi anda terkena penyakit kuning ataukah tidak adalah dengan cara bayi anda dibawa ke ruangan yang terang kemudian tekan pada bagian dahi, dada, telapak kaki dan telapak tangan lalu perhatikan apakah ada warna kekuningan pada bagian yang ditekan tadi ataukah tidak? Kalau ada tanda – tanda kuning segara bawa balita anda ke dokter untuk melakukan konsultasi agar kalau ada hal – hal yang terjadi dapat ditangani dengan segara. Cara lain juga dapat di lakukan dengan cara melihat pada gusi bayi atau dengan memperhatikan bagian putih dari mata si bayi. Cara pertama dapat anda terapkan pada bayi yang berkulit putih sedangkan cara yang kedua bagi bayi yang berkulit lebih gelap. Kembali pada topik pembicaraan di atas terkait dengan apakah berbahaya penyakit kuning pada bayi? Yang namanya penyakit pasti memiliki dampak kesehatan bagi si bayi terlebih jika penyakit pada tahapan berat. Selagi ringan mungkin tidak terlalu berbahaya akan tetapi kalau dibiarkan akan menimbulkan dampak yang lebih serius sehingga masuk pada tahapan berat termasuk jenis penyakit kuning ini. Pada tahapan berat penyakit kuning atau ikterus dapat meracuni otak bayi, merusak syaraf, mengakibatkan cacat, tuli, kelumpuhan otak dan yang paling berat adalah dapat mengakibatkan kematian. Semoga dengan pengetahuan ini kita dapat lebih waspada akan gejala – gejala yang timbul berkaitan dengan bahaya penyakit kuning pada bayi. Semoga bermanfaat. Baca artikel terkait lainnya Apakah Berbahaya...

Read More

Apa Penyebab Tangan Balita Anda Melemah?

Penting memperhatikan tumbuh kembang balita anda terlebih ketika ada gejala hal lain yang timbul seperti lemahnya tangan balita anda. Apa Penyebab Tangan Balita anda melemah? simak ulasan berikut ya..   Apa Penyebab Tangan Balita Anda Melemah? Bunda sobat Balqis Aqiqah sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi orang tua ketika dapat memantau tumbuh kembang balita anda. Semakin tumbuh baik maka semakin bertambah pula kebahagian bunda terhadap anak. Dengan memberikan perhatian yang lebih maka ketika ada hal – hal terjadi yang tidak kita inginkan maka semakin cepat pula mendapatkan penanganan termasuk soal perkembangan gerak balita anda yang semakin hari semakin tumbuh dan berkembang. Pada usia 0 sampai 2 bulan balita biasanya sudah memiliki kemampuan rangsangan indera yang reflek sehingga apabila anda memberikan jari pada tangannya maka secara reflek ia akan menggenggam jari anda. Adapun pada usia 3 sampai 6 bulan kemampuan gerak balita anda sudah semakin luas, ia akan berusaha menyentuh benda – benda yang biasanya digantung seperti mainan yang berputar dan mengeluarkan bunyi yang digantung di atasnya. Pada usia 7 hingga 12 bulan si balita biasanya akan berusaha lebih sering memegang benda – benda yang berada disekitarnya. Nah, itulah beberapa gambaran tahapan yang normalnya dimiliki oleh balita yang tumbuh sehat. Dengan memperhatikan perkambangan gerak balita maka ketika ada hal lain terjadi maka segera dapat diketahui. Saat balita memegang benda kok lebih sering menggunakan satu tangan yang lebih dominan? atau saat memakai baju tangan satunya mudah bergerak sedangkan tangan yang satunya kelihatan tidak lincah maka anda perlu menelisik lebih dalam tentang kesehatan balita anda. Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah dengan meminta balita anda berdiri dan menggerakkan kedua tangannya secara bersamaan. Lantas anda perhatikan apakah pada sendi – sendi balita anda ada yang bengkak atau sakit sehigga mempengarui kemampuan gerak tangan anak anda? Menurut ahli bahwa kemampuan gerak motorik anak itu dipengaruhi oleh cerebellum. Ketika ada gangguan antara fungsi penglihatan visual dengan fungsi raba maka sering terjadi gangguan pada kemampuan gerak balita anda. Alangkah baiknya apabila ini terjadi segera periksakan balita anda ke dokter ahli neurologi sehingga anda dapat memberikan pertolongan lebih dini. Semoga dengan ini balita anda dapat tertangani dengan cepat sehingga tidak terjadi apa – apa di kemudian hari. Demikian artikel ini Balqis Aqiqah buat semoga memberikan manfaat kepada bunda terkait dengan apa penyebab tangan balita menjadi lemah. Baca artikel terkait lainnya Apakah Berbahaya Penyakit Kuning Pada...

Read More

Apa Penyebab Timbulnya Bintik Merah Pada Kulit Bayi?

Bayi yang masih kecil belumlah sempurna dalam pertahanan tubuhnya terhadap serangan – serangan bakteri dari luar termasuk timbulnya bintik merah pada kulit. Lantas apa saja penyebab timbulnya bintik – bintik merah pada kulit bayi anda?   Apa Penyebab Timbulnya Bintik Merah Pada Kulit Bayi? Sudah diketahui bersama bahwa bayi masih memiliki kulit yang rentan dan mudah terkena serangan dari luar baik bakteri, virus ataupun benda lain yang tidak cocok dengan tubuhnya seperti bedak, parfum dan lain sebagainya. Bagi bayi sebenarnya belum terlalu membutuhkan bahan kecantikan yang berlebih dikarenakan kulit bayi masih tipis dan juga belum terlalu memiliki aktivitas yang banyak sehingga keringatpun tidak terlalu bercucuran keluar. Oleh karena itu orang tua hendaklah bijak dan tetap memperhatikan kesehatan serta kenyamanan si bayi agar selalu sehat dan juga segar. Ketika anda hendak memberikan peralatan kosmetik pada bayi maka hendaklah anda mencari produk yang aman dan jangan langsung diberikan secara merata pada seluruh bagian kulit bayi. Berikanlah sedikit demi sedikit dan perhatikan sampai beberapa hari kedepan apakah bayi anda cocok dengan  bahan kosmetik tersebut ataukah tidak? Hal ini mutak sangat diperlukan karena jika bayi anda tidak cocok dengan produk tesebut maka akan timbul masalah lain diantaranya adalah akan muncul ruam kulit atau bintik merah pada kulit yang akan mengganggu kenyamanan si kecil. Nah, kembali kepada topik di atas sebenarnya faktor apa saja yang sering memicu munculnya ruam dan bintik merah pada kulit bayi anda? inilah beberapa yang bisa Balqis Catering Aqiqah ulas untuk sobat semua. Faktor Keturunan Faktor ini cukup sering terjadi ketika ayah dan ibu si bayi memiliki riwayat alergi ini maka si bayi pun memiliki tingkat resiko terkana bintik merah ini cukup tinggi. Penelitian menyebutkan kalau kedua orang tua memiliki riwayat penyakit ini maka 40 % – 60 % balita anda berpotensi untuk terkena penyakit bintik merah. Sedangkan apabila salah satunya yang terkena maka peluang untuk terkana sebesar 25 % sampai 40 %. Alergi Benda Asing Hal ini juga sering muncul biasanya disebabkan oleh produk – produk kecantikan yang tidak cocok dengan kondisi kulit bayi. Maka langkah yang bijak adalah anda bisa mencoba sedikit saja dan perhatikan apakah ada gejala yang muncul setelah pemakaian produk tersebut ataukah tidak. Lingkungan Negara Indonesia terkenal dengan iklim tropisya sehingga sirlulasi udara perlu diperhatikan. Kalau si bayi terasa gerah dan panas maka biasanya akan keluar keringat yang sering menimbulkan keluarnya bintik merah atau orang sering mengenalnya dengan biang keringat. Itulah beberapa hal yang sering menimbulkan ruam kulit dan bintik merah pada bayi semoga tulisan ini bermanfaat untuk kesehatan bayi anda. Baca artikel kami lainnya Tips Mengatasi Bayi Yang Suka...

Read More